Suap Meikarta Diselisik Lewat Pejabat Pemkab Bekasi

Juven Martua Sitompul 13 November 2018 10:34 WIB
OTT Pejabat Bekasi
Suap Meikarta Diselisik Lewat Pejabat Pemkab Bekasi
Juru bicara KPK Febri Diansyah/MI/Rommy Pujianto
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Kabid PSDA Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Daniel Firdaus. Dia akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap perizinan proyek pembangunan Meikarta milik Lippo Group di Bekasi.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SMN (Kepala Dinas Damkar Bekasi Sahat ‎MBJ Nahar)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa, 13 November 2018.

Penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan pengawal pribadi Bupati Bekasi Asep Efendi dan Kabid Hukum Pemkab Bekasi Joko Mulyono. Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka yang sama.


Ketiga saksi diduga mengetahui banyak suap perizinan Meikarta. Termasuk uang suap yang disinyalir dari Lippo Group.

Baca: Neneng Kembalikan Suap Meikarta Rp3 Miliar

Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta ialah PT Mahkota Sentosa Utama, anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. PT Lippo Cikarang Tbk di bawah naungan Lippo Group.

Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.

KPK gencar menelusuri sumber uang suap Meikarta yang diduga berasal dari Lippo Group. Jajaran Lippo Group yang sudah dimintai keterangan ialah Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, CEO Lippo Group James Riady, dan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk Toto Bartholomeus.

Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Ketut Budi Wijaya, Corporate Affairs Siloam Hospital Group Joseph Christopher Mailool, Direktur Keuangan PT Lippo Cikarang Tbk Soni, dan Direktur Keuangan PT Lippo Karawaci Tbk Richard Setiadi juga sudah diperiksa. Teranyar, Direktur Keuangan PT Mahkota Sentosa Utama (PT MSU) Hartono diperiksa penyidik.

Baca: Petinggi Lippo Cikarang Diperiksa KPK

Dari semua pemeriksaan terungkap adanya pertemuan-pertemuan antara petinggi Lippo Group dengan Neneng. Salah satunya, James Riady yang mengakui pernah bertemu Neneng dengan alasan silaturahmi persalinan Neneng. Eddy Sindoro juga mengaku dua kali bertemu Neneng.

Pertemuan pertama dilakukan untuk memberi selamat atas persalinan Neneng. Sedangkan pada pertemuan kedua, Eddy dan Neneng membahas pembangunan Rumah Sakit (RS) Siloam di Meikarta.

Billy Sindoro diduga memberikan uang Rp7 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan anak buahnya. Uang itu diduga bagian fee yang dijanjikan Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id