Juru bicara KPK Febri Diansyah - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Juru bicara KPK Febri Diansyah - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

KPK Kantongi Bukti Kuat Skandal Suap Kemenag

Nasional OTT Romahurmuziy
Juven Martua Sitompul • 22 Maret 2019 18:40
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengantongi bukti percakapan atau pertemuan terkait suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Bukti itu tengah didalami penyidik untuk menjerat pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam skandal tersebut.
 
"KPK sudah memiliki bukti yang kuat sebelumnya, tentang adanya komunikasi-komunikasi atau pertemuan yang membicarakan terkait dengan misalnya, pengisian jabatan atau terkait dengan dugaan aliran dana atau hal-hal lain yang relevan," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 22 Maret 2019.
 
Untuk memperkuat bukti itu, hari ini penyidik memeriksa Ketua Umum nonaktif PPP Romahurmuziy (Romi). Dia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada pemeriksaan kali ini, penyidik mengambil sampel suara Romi. Sampel suara dua tersangka lain yakni Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi; dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin juga telah dikantongi penyidik.
 
"Tadi dilakukan pengambilan contoh suara, jadi kami melakukan pengambilan contoh suara tersangka RMY untuk kepentingan penyidikan dan proses pembuktian," kata Febri.
 
(Baca juga:Romi Bantah Atur Jabatan di Kemenag)
 
Febri juga mengatakan hingga saat ini, semua dokumen yang disita dari sejumlah ruangan Kemenag, Kantor PPP, kediaman Romi dan Kanwil Kemenag Jatim masih ditelaah penyidik. Lembaga Antirasuah yakin semua bukti yang disita berkaitan dengan skandal suap jabatan pesanan di Kemenag.
 
"Karena cukup banyak dokumen yang disita bagaimana yang menentukan proses seleksi, bagaiamana hukuman disiplin pernah dijatuhkan dan tahapan-tahapan yang lainnya," pungkas dia.
 
KPK menetapkan Romi sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kemenag. Romi diduga mengatur jabatan di Kemenag pusat dan Kemenag daerah.
 
Romi ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari Muhammad Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin. Suap diberikan agar Romi mengatur proses seleksi jabatan di Kemenag untuk kedua penyuap tersebut.
 
Romi selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b ayat (1) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sedangkan Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin selaku penyuap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Muafaq juga dikenakan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif