Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Komnas HAM: Penembakan 4 Pengikut Rizieq Bukan Pelanggaran HAM Berat

Nasional polri pelanggaran ham fpi komnas ham Muhammad Rizieq Shihab
Siti Yona Hukmana • 15 Januari 2021 01:20
Jakarta: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menegaskan peristiwa penembakan terhadap empat pengikut Muhammad Rizieq Shihab bukan pelanggaran HAM berat. Sebab, tak ada indikasi yang mengarah ke perbuatan tersebut.
 
"Kami juga menyampaikan bahwa sebagaimana di luar banyak beredar bahwa ini dikatakan sebagai pelanggaran HAM berat, kami tidak menemukan indikasi ke arah itu (pelanggaran HAM berat)," kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dalam konferensi pers di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis, 14 Januari 2021. 
 
Ahmad mengatakan dalam penetapan pelanggaran HAM berat itu harus ada indikator, kriteria, dan suatu desain operasi. Seperti ada suatu perintah yang terstruktur, terkomando. Termasuk terdapat indikator isi ruangan kejadian dan lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Jokowi Perintahkan Tindaklanjuti Temuan Komnas HAM Terkait Penembakan 6 Pengikut Rizieq
 
"Itu tidak dilakukan, karena itu memang kami berkesimpulan ini merupakan suatu pelanggaran HAM , karena ada nyawa yang dihilangkan," ujar Ahmad. 
 
Meski demikian, dia meminta kasus dugaan pelanggaran HAM itu diproses hingga ke persidangan. Guna membuktikan indikasi yang disebut unlawfull killing atau pembunuhan di luar hukum.
 
Ada dua peristiwa tewasnya enam pengikut Rizieq. Pertama baku tembak antara polisi dengan eks laskar Front Pembela Islam (FPI). Peristiwa ini mengakibatkan dua laskar khusus pengawal Rizieq tewas. 
 
Peristiwa kedua, pemberian tindakan tegas dan terukur terhadap empat pengikut Rizieq lainnya. Tindakan ini dilakukan polisi di dalam mobil saat dibawa menuju Polda Metro Jaya. 
 
Keempat orang itu disebut melakukan perlawanan yang mengancam jiwa petugas pada Senin, Desember 2020. Namun, tindakan polisi tidak dibenarkan Komnas HAM. Sebab, polisi tidak berupaya untuk mencegah semakin banyaknya jatuh korban jiwa atas insiden pembuntutan rombongan Rizieq tersebut.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif