Novanto: Eni Punya Bukti Ada Aliran Dana ke Munaslub Golkar

M Taufan SP Bustan 14 September 2018 17:04 WIB
Korupsi PLTU Riau-1
Novanto: Eni Punya Bukti Ada Aliran Dana ke Munaslub Golkar
Setya Novanto. Foto: MI/Ramdani.
Jakarta: Terpidana kasus korupsi KTP-el Setya Novanto menyebut Eni Maulani Saragih memiliki bukti adanya uang yang mengalir ke Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar. Hal itu diucapkan Eni saat Novanto mengunjunginya di rutan KPK.
 
"Saya bertanya apakah betul ada dana mengalir ke Golkar. Bu Eni bilang ada dan ada buktinya," kata Novanto di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Jumat, 14 September 2018.
 
Mantan Ketua DPP Parati Golkar itu mengaku prihatin kepada Golkar setelah mendengar langsung pengakuan mantan anak buahnya tersebut. "Bagaimana pun saya prihatin kepada Golkar," kata Novanto.
 
Novanto mengaku tak pernah berniat mengancam Eni, dirinya hanya ingin mengetahui tudingan Eni tersebut saat diperiksa penyidik KPK. "Hanya bertanya itu saja, saya sama sekali tidak menekan Bu Eni," ujar Novanto.
 
Pada pemeriksaan sebelumnya di KPK, Eni mengaku pernah didatangi Novanto di Rutan KPK. Dalam pertemuan itu, Novanto menyampaikan sejumlah hal kepadanya.
 
Kendati tidak menyebut semua, Eni menuturkan, Novanto sempat menanyai soal aliran dana ke Munaslub Golkar.
 
Selain itu, pada pemeriksaan awal di KPK Eni juga mengaku mengenal pengusaha Johannes B Kotjo hingga Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir, melalui Novanto.
 
Dalam kasus ini, penyidik KPK telah beberapa kali memeriksa Novanto sebagai saksi. Usai diperiksa beberapa waktu lalu, Novanto mengaku tak tahu soal proyek pembangunan PLTU Riau-1.
 
KPK sudah menetapkan tiga tersangka dalam kasus itu. Selain Eni ada pemilik Blackgold Natural Insurance Limited Johanes Budisutrino Kotjo, dan mantan Sekjen Golkar Idrus Marham.

Baca: Eni Benarkan Duit Rp2 Miliar ke Munaslub Golkar

Idrus diduga secara bersama-sama dengan Eni menerima hadiah atau janji dari Johanes terkait kasus ini. Idrus disebut berperan sebagai pihak yang membantu meloloskan Blackgold untuk menggarap proyek PLTU Riau-1.
 
Mantan Menteri Sosial itu dijanjikan uang USD 1,5 juta oleh Johanes jika Johanes berhasil menggarap proyek senilai USD 900 juta tersebut.
 
Eni mengakui sebagian uang yang diterimanya sebesar Rp2 miliar dari Kotjo digunakan untuk keperluan Munaslub Golkar. Namun, Eni tidak menyebut secara pasti jumlah uang suap yang masuk ke kegiatan partainya.
 
Eni juga mengaku hanya menjalankan tugas partai untuk mengawal proyek PLTU Riau-1 seperti yang diinstruksikan Novanto.




(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id