Menko Polhukam Mahfud MD/Medcom.id/Theo
Menko Polhukam Mahfud MD/Medcom.id/Theo

Kejagung Diyakini Bisa Ungkap Mafia dalam Proyek Satelit di Kemenhan

Nasional mahfud md kasus korupsi Kejaksaan Agung Pemberantasan Korupsi Kementerian Pertahanan Kasus Kontrak Satelit di Kemenhan
Theofilus Ifan Sucipto • 16 Januari 2022 16:19
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) bakal mengumumkan detail perkara proyek satelit Kementerian Pertahanan (Kemenhan) pekan depan. Termasuk, informasi ihwal kemungkinan adanya mafia yang tidak ingin kasus ini diselesaikan.
 
"Kejaksaan yang memutuskan apakah ada yang sengaja menutup-nutupi," kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dalam program Crosscheck Medcom.id bertajuk ‘Blak-blakan Mahfud MD Bongkar Mafia di Kemhan,’ Minggu, 16 Januari 2022.
 
Mahfud mengatakan sejatinya Kejagung telah dilibatkan sejak lama dalam penuntasan perkara tersebut. Korps Adhyaksa telah mengimbau pemerintah membeli bantuan hukum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk nego-nego di arbitrase Singapura agar tagihan dari Navayo dinyatakan salah dan tidak berdasar," kata dia.
 
Meski begitu, Kejagung mengaku data-data yang diperlukan untuk pembelaan tidak pernah diberikan lengkap. Sehingga, Indonesia kekurangan bukti untuk melawan gugatan Navayo.
 
"Jadi Kemenhan membela sendiri dengan nasihat dari konsultan hukum swasta sampai akhirnya kalah," kata Mahfud.
 
Baca: Kejagung Dinilai Bakal Mudah Ungkap Mafia Proyek Satelit di Kemenhan
 
Pemerintah mulai mengusut dugaan penyalahgunaan sejumlah kontrak satelit untuk slot orbit 123 Bujur Timur di Kemenhan. Mahfud menyebut pelanggaran yang terjadi dalam kurun 2015-2016 itu mengakibatkan kerugian negara hingga ratusan miliaran rupiah.
 
"Kontrak-kontrak itu dilakukan untuk membuat Satkomhan atau satelit komunikasi pertahanan dengan nilai sangat besar padahal anggarannya belum ada. Berdasarkan kontrak itu, kontrak yang tanpa anggaran negara itu, jelas melanggar prosedur," ujar Mahfud dalam konferensi pers, Kamis, 13 Januari 2022.
 
Mahfud menyampaikan Kemenhan melakukan kontrak dengan Avanti untuk penyewaan satelit Artemis pada 2015, padahal anggarannya belum tersedia. Selain Avanti, kontrak proyek Satkomhan dilakukan dengan beberapa perusahaan, yakni Navayo, Airbus, Detente, Hogan Lovells, dan Telesat.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif