Dewi Yasin Limpo memberikan kesaksian saat menjalani sidang dengan terdakwa Rinelda Bandaso di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (28/3/2016). Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Dewi Yasin Limpo memberikan kesaksian saat menjalani sidang dengan terdakwa Rinelda Bandaso di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (28/3/2016). Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Belum Teraliri Listrik, Dewie Limpo Sebut Deiyai Rawan Paham Radikal

Meilikhah • 28 Maret 2016 16:32
medcom.id, Jakarta: Terdakwa kasus suap proyek pembangunan listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) Dewie Yasin Limpo menyebut Kabupaten Deiyai, Papua, yang belum teraliri listrik rawan disusupi paham radikal.

Karena itu, dia mengaku gigih memperjuangkan Kabupaten Deiyai agar bisa teraliri listrik saat masih menjabat sebagai anggota Komisi VII DPR.

"Bahwa saya gigih perjuangkan, bukan hanya dapil saya tapi seluruh Indonesia timur. Jangan heran kalau berkembang paham lain seperti ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) karena kurang penerangan. Rawan keamanan," sebut Dewie saat bersaksi untuk Rinelda Bandaso di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Senin (28/3/2016).

Tak cuma rawan disusupi paham radikal, Dewie mengaku publik mengadu pada dirinya bahwa ada masyarakat yang tewas karena tak adanya listrik di daerah tersebut. Aduan itu disampaikan saat Dewie kunjungan kerja.  

"Kalau kunker saya terima keluhan. Di Kalimantan (ada) orang mati di atas meja bedah karena listrik mati," katanya.

Saat dikonfirmasi sudah berapa wilayah yang dia perjuangkan untuk mendapatkan listrik, Dewie tak menjelaskan secara rinci. Dewie berdalih dia baru duduk di kursi wakil rakyat selama setahun.

"Saya kan baru setahun, saya enggak tahu apakah sudah ditindaklanjuti. Saya belum paham," jelasnya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(KRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>