Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2015). Foto: Desi Angriani/MTVN
Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2015). Foto: Desi Angriani/MTVN

Syahrul Yasin Limpo: Jika Dewie Bersalah Harus Bertanggung Jawab

Desi Angriani • 21 Oktober 2015 16:35
medcom.id, Jakarta: Dewie Yasin Limpo, adik Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi, kemarin malam. Dewie yang juga anggota DPR dari Fraksi Partai Hanura diduga terlibat pidana suap. Dewie telah resmi menjadi tersangka.

Syahrul mengaku hingga kini dirinya belum berkomunikasi dengan Dewie. "Saya belum ketemu," kata Syahrul seusai menghadiri rapat kerja pemerintah (RKP) di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Selasa (21/10/2015).

Yang jelas, kata dia, dirinya menghormati seluruh proses hukum di KPK, meski dia yakin adik perempuannya itu tak terlibat kejahatan yang dituduhkan.

"Kita patuh terhadap hukum, kita patuh. Kalau memang bersalah harus bisa dipertanggungjawabkan secara hukum. Saya jamin tak terkait dengan Pemprov (Sulawesi Selatan)," kata Syahrul.

Syahrul enggan berkomentar lebih jauh tentang penangkapan Dewie. "Kalau saya ngomong dianggap membela. Biar proses hukum jalan," kata dia.

Dewie merupakan satu dari enam bersaudara keluarga Yasin Limpo. Mereka adalah Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, mantan Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo, Dirut PDAM Makassar Haris Yasin Limpo, anggota DPRD Sulawesi Selatan Tenri Olle Yasin Limpo dan pengurus Ikatan Pengusaha Wanita Indonesia (Iwapi) Sulsel Tenri Anka Yasin Limpo.

Dewie Yasin Limpo ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, kemarin malam. Dia diamankan bersama tujuh orang lainnya. Mereka diduga terlibat suap ijon proyek infrastruktur di Papua tahun anggaran 2016. 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(KRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>