Ilustrasi KPK. Media Indonesia.
Ilustrasi KPK. Media Indonesia.

KPK Segera Limpahkan Perkara Eks Sekda Jabar

Nasional kasus suap meikarta OTT Pejabat Bekasi
M Sholahadhin Azhar • 27 November 2019 02:53
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih melengkapi berkas eks Sekda Jawa Barat, Iwa Karniwa. Juru bicara KPK Febri Diansyah menyatakan pihaknya bergegas membawa Iwa ke meja hijau.
 
"Dalam waktu dekat perkara ini akan dilimpahkan pada tahap berikutnya dan segera akan di sidang. KPK tengah memfinalisasi proses penyidikan ini," kata Febri saat dikonfirmasi, Selasa, 26 November 2019.
 
Dia menjelaskan, saat ini KPK memperpanjang masa tahanan Iwa selama 30 hari ke depan. Perpanjangan terhitung sejak 28 November hingga 27 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini merupakan perpanjangan penahanan terakhir," kata dia.
 
KPK telah menahan Iwa sejak Jumat, 30 Agustus 2019. Dia ditahan setelah menjalani pemeriksaan perdana di markas lembaga antirasuah. Iwa mendekam di dalam rumah tahanan Pomdam Jaya Guntur.
 
KPK menjerat sebelas orang dalam kasus suap proyek Meikarta. Teranyar, KPK menetapkan Iwan dan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang, Bartholomeus Toto.
 
Iwa diduga menerima Rp900 juta untuk memuluskan Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi Tahun 2017. Sedangkan, Bartholomeus merupakan pihak yang ditugaskan PT Lippo Karawaci untuk 'menyelesaikan' izin pembangunan Meikarta dari Neneng Hasanah Yasin yang saat itu menjabat sebagai bupati Bekasi.
 
Iwa Karniwa disangkakan melanggar Pasal ‎12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Bartholomeus disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) dan Pasal 55 ayat (1) ke-1.

 

(EKO)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif