Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan program pemulihan irigasi senilai Rp500 miliar untuk tingkatkan produksi pertanian. (dok. Metro TV)
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan program pemulihan irigasi senilai Rp500 miliar untuk tingkatkan produksi pertanian. (dok. Metro TV)

Pemprov Sulsel Gelontorkan Rp500 Miliar Pulihkan Irigasi 54 Ribu Hektare Sawah

Medcom • 05 Oktober 2026 22:51
Ringkasnya gini..
  • Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mempercepat pemulihan atau recovery jaringan irigasi untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian dan kesejahteraan petani.
  • Melalui program Multi Years Project, Pemprov Sulsel menargetkan pemulihan jaringan irigasi yang mengairi 54.000 hektare sawah.
  • Program tersebut didukung anggaran mencapai Rp500 miliar.
Makassar: Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mempercepat pemulihan atau recovery jaringan irigasi untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian dan kesejahteraan petani. Melalui program Multi Years Project, Pemprov Sulsel menargetkan pemulihan jaringan irigasi yang mengairi 54.000 hektare sawah.

Program tersebut didukung anggaran mencapai Rp500 miliar. Pemulihan irigasi ditargetkan dapat meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari sebelumnya IP100 hingga IP200 menjadi IP300.

Dengan peningkatan tersebut, petani diharapkan dapat meningkatkan frekuensi penanaman hingga tiga kali dalam setahun seiring dengan terjaminnya ketersediaan air irigasi.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan program tersebut merupakan upaya mempercepat peningkatan produksi pertanian melalui pemulihan jaringan irigasi yang mengalami penurunan fungsi akibat kebocoran, kerusakan, dan berbagai kendala lainnya.

"Adalah untuk bagaimana melaksanakan percepatan akselerasi produksi untuk kemudian IP tadinya 100, 200 bisa menjadi IP300," kata Andi Sudirman dalam program Metro Siang di Metro TV, Senin, 5 Oktober 2026.

Program recovery irigasi dibagi dalam empat paket berdasarkan kawasan atau regional. Salah satu paket mencakup wilayah Bulukumba, Sinjai, Maros, dan Gowa.

Menurut Andi Sudirman, pembagian tersebut dilakukan untuk mempercepat pembangunan sekaligus pemulihan jaringan irigasi hingga mendekati kondisi normal sesuai desain awal.

"Total Rp500 miliar itu untuk meningkatkan sampai taraf recovery 54 ribu hektare sawah irigasi nonteknis menjadi teknis kembali," ujarnya.

Ia mengatakan program tersebut diharapkan dapat mengembalikan produksi pertanian Sulawesi Selatan. Dari jangkauan irigasi yang sebelumnya sekitar 20 ribu hektare, cakupannya ditargetkan meningkat hingga 54 ribu hektare setelah seluruh program selesai.

"Tahun depan adalah tahun terakhir dari Multi Years tahap satu untuk recovery irigasi kita," kata Andi.
 

Dorong Perputaran Ekonomi Desa


Pemprov Sulsel menyebut intervensi pada sektor air dan irigasi dilakukan untuk melengkapi kebijakan pemerintah pusat. Jika pemerintah pusat memberikan jaminan dari sisi harga, pemerintah daerah menopang dari sisi ketersediaan air bagi petani.

Andi mengatakan kepastian harga dan ketersediaan air diharapkan mendorong masyarakat untuk meningkatkan aktivitas tanam. Kondisi tersebut juga dinilai dapat meningkatkan perputaran ekonomi di wilayah pedesaan yang banyak bergantung pada sektor pertanian.

"Ketika harga sudah bagus dan terjamin, masyarakat tentu lebih semangat untuk menanam. Dan ketika semangat-semangatnya menanam dan air tersedia, nah ini tentu akan meningkatkan arus kas menuju ke area-area masyarakat kami yang notabene adalah petani," jelasnya.

Ia menambahkan, pemulihan irigasi hingga 54.000 hektare dinilai berpotensi meningkatkan penghasilan masyarakat dari sektor pertanian.

"Jika sudah recovery 54.000, bukan sesuatu hal yang mustahil bahwa dengan 54.000 nanti ini bisa menambah penghasilan sampai Rp1-2 triliun per satu kali panen, dua kali panen," kata Andi.
Menurutnya, intervensi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang sebagian besar menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian.
 

Irigasi Bulukumba Sasar 1.200 Hektare


Salah satu wilayah yang menjadi lokasi program recovery irigasi berada di Desa Bontonyeleng dan Desa Palang Barae, Kabupaten Bulukumba. Rehabilitasi jaringan irigasi di wilayah tersebut terus menunjukkan progres dan ditargetkan dapat mengairi sekitar 1.200 hektare sawah.

Pembangunan jaringan irigasi sepanjang 2,5 kilometer tersebut kini telah mencapai sekitar 1,1 kilometer. Infrastruktur tersebut diharapkan tidak hanya mengoptimalkan lahan pertanian yang selama ini digarap, tetapi juga membuka potensi lahan baru di kedua desa.
 
Para pekerja tengah mempercepat proyek rehabilitasi dan pembangunan jaringan irigasi yang membentang di area persawahan_ (dok_ Metro TV)
Para pekerja tengah mempercepat proyek rehabilitasi dan pembangunan jaringan irigasi yang membentang di area persawahan_ (dok_ Metro TV)

Kepala Desa Bontonyeleng Andi Baso Mauragawali menyambut program Multi Years Pemprov Sulsel tersebut karena dinilai dapat memperluas cakupan lahan yang mendapatkan aliran air.

"Sangat bersyukur dengan adanya program Multi Year pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya irigasi, di mana Bontonyeleng ini salah satunya," kata Andi Baso.

Ia mengatakan, meski pekerjaan belum selesai, pembangunan jaringan irigasi diperkirakan dapat meningkatkan produksi pertanian setelah seluruh pekerjaan rampung.

"Kalau kita melihat dari pekerjaan yang ada itu akan menambah luasan yang akan dialirin oleh air setelah pekerjaan ini selesai," ujarnya.
 

Petani Harap Bisa Tanam Tiga Kali


Bagi petani, ketersediaan air menjadi salah satu perubahan penting dari pemulihan jaringan irigasi. Sebelumnya, jaringan irigasi belum mampu menjangkau lahan di bagian hilir sehingga petani umumnya hanya dapat menanam padi dua kali dalam setahun.

Petani Jamaluddin mengatakan kondisi tersebut membuat petani di wilayahnya kesulitan mendapatkan air untuk mengairi lahan.

"Kalau sebelum ada kegiatan dari Pemprov, terus terang saya bilang bahwa saya selaku petani dan mewakili petani yang lainnya, keadaan di sini memang sangat susah airnya, karena aksesnya yang susah untuk dialiri ke hilir," kata Jamaluddin.
 
Petani asal Bulukumba, Jamaluddin, menyampaikan apresiasi dan harapannya agar pasokan air ke lahan pertanian di bagian hilir menjadi lancar usai pemulihan irigasi rampung_ (dok_ Metro TV)
Petani asal Bulukumba, Jamaluddin, menyampaikan apresiasi dan harapannya agar pasokan air ke lahan pertanian di bagian hilir menjadi lancar usai pemulihan irigasi rampung_ (dok_ Metro TV)
 
Dengan berfungsinya jaringan irigasi secara optimal, petani berharap frekuensi tanam dapat meningkat menjadi tiga kali dalam setahun.

Manfaat pembangunan irigasi juga diharapkan dapat dirasakan generasi muda. Petani muda Bontonyeleng Hammada Ashari menilai infrastruktur pertanian yang memadai dapat membuka peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi pertanian di desa.

"Adanya bantuan dari pemerintah provinsi, khususnya di daerah irigasi Bontonyeleng, memberikan peluang ke depan yang lebih baik kepada generasi selanjutnya, khususnya kami mewakili milenial dan generasi seterusnya, yaitu untuk kembali fokus mengembangkan potensi pertanian yang ada di desa," ujar Hammada.

 
Petani muda Bontonyeleng, Hammada Ashari, menilai infrastruktur pertanian yang memadai akan membuka peluang ekonomi yang lebih baik bagi generasi milenial di pedesaan_ (dok_ Metro TV)
Petani muda Bontonyeleng, Hammada Ashari, menilai infrastruktur pertanian yang memadai akan membuka peluang ekonomi yang lebih baik bagi generasi milenial di pedesaan_ (dok_ Metro TV)

Pemprov Sulsel menargetkan normalisasi irigasi dapat meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas petani. Dengan ketersediaan air yang lebih baik, petani diharapkan dapat meningkatkan frekuensi tanam dari dua kali menjadi tiga kali dalam setahun.

Penguatan infrastruktur irigasi juga diarahkan untuk meningkatkan produksi, pendapatan, dan perputaran ekonomi di pedesaan. Dengan jaringan irigasi yang kembali berfungsi, petani diharapkan tidak hanya mengandalkan musim hujan untuk menanam sehingga lahan dapat dimanfaatkan dengan frekuensi tanam yang lebih tinggi.

Program recovery irigasi tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan petani di Sulawesi Selatan.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ACF)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>