Droping air bersih di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. (Foto: ANTARA/HO-PMI)
Droping air bersih di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. (Foto: ANTARA/HO-PMI)

107 Desa di Grobogan Alami Kekeringan

Nasional kemarau dan kekeringan krisis air bersih
Antara • 05 Oktober 2020 10:41
Grobogan: Sebanyak 107 desa di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mengalami kekeringan dampak musim kemarau. Ratusan desa itu pun membutuhkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga.
 
"Sebanyak 107 desa tersebut tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Grobogan," kata Pelaksana Harian Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan Endang Sulistyoningsih, Senin, 5 Oktober 2020.
 
BPBD Grobogan, lanjut dia, sudah memberikan bantuan air bagi masyarakat yang membutuhkan. Droping air bersih bisa mencapai 18 tangki dengan kapasitas masing-masing tangki mencapai 5.000 liter setiap hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:Tim Swab Hunter Surabaya Sasar Tempat Nongkrong Anak Muda
 
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga yang tersebar di 107 desa di Kabupaten Grobogan tersebut, BPBD Kudus juga menjalin kerja sama dengan PDAM Grobogan yang setiap harinya bisa melakukan droping air bersih antara 6-7 tangki.
 
Bantuan droping air bersih juga datang dari sejumlah perusahaan dan lembaga di Kabupaten Grobogan, seperti dari Podo Moro, PMI, serta bantuan dari Kementerian PUPR.
 
Ia mengungkapkan jumlah desa yang terdampak kekeringan tahun ini memang tidak sebanyak tahun sebelumnya yang menyebar hingga di 18 kecamatan.
 
"Kami prediksi jumlah desa yang terdampak kekeringan tidak akan bertambah, mengingat kini sudah mulai turun hujan," jelasnya.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif