Wali Kota Malang, Sutiaji. (Foto: Medcom.id/Daviq Umar)
Wali Kota Malang, Sutiaji. (Foto: Medcom.id/Daviq Umar)

Kepala Sekolah SMPN 16 Malang Dicopot

Nasional bullying perundungan
Daviq Umar Al Faruq • 10 Februari 2020 13:57
Malang: Kepala Sekolah SMPN 16 Kota Malang, Jawa Timur, Syamsul Arifin, dicopot dari jabatannya. Pembebastugasan Syamsul menyusul peristiwa dugaan perundungan di sekolah tersebut.
 
Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan, pencopotan Syamsul sebagai kepala sekolah didasarkan atas Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.
 
"Kepala sekolah sudah dibebastugaskan, termasuk wakil kepala sekolah," ujar Sutiaji, di Balai Kota Malang, Senin, 10 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sutiaji menilai Syamsul lalai mengawasi anak didiknya. Sebab, kasus perundungan terhadap MS, 13, terjadi pada 15 Januari 2020, namun baru diketahui pada 27 Januari 2020.
 
"Peristiwa itu sampai membuat anak terluka memar dan lebam. Padahal tugas kepsek dan wakaseksudah jelas. Untung (pencopotan) tidak masuk ke arah kriminal dan pidana pembiaran, hanya berkaitan dengan kode etik aparatur sipil negara (ASN)," jelasnya.
 
Selain pembebastugasan kepala dan wakil kepala sekolah, kata Sutiaji, pihaknya akan menjatuhkan sanksi kepada Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kota Malang, Zubaidah. Sanksi berupa enam bulan masa percobaan kinerja, lantaran Zubaidah sebelumnya membantah telah terjadi perundungan di SMPN 16 Kota Malang.
 
"Pelanggarannya, dia (kepala dinas) ceroboh membuat pernyataan. Informasi dari sekolah tidak dianalisa, ini yang membuat kerancuan. Sesuai aturan, diberi tempo enam bulan kinerja," ungkapnya.
 
Sementara itu, polisi hari ini menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Zubaidah. Sutiaji pun meminta Zubaidah tak memberikan keterangan tanpa dasar.
 
"Jangan ada yang ditutup-tutupi. Saya mohon untuk mempercayakan semuanya kepada pihak kepolisian," tegasnya.
 
Pemkot Malang akan memberikan pendampingan dan pemulihan trauma kepada MS. Sutiaji juga mengimbau masyarakat bijak menyikapi perbuatan para pelaku.
 
"Pelaku juga masih anak-anak. Jadi mohon praduga tidak bersalah tetap diberlakukan sebelum ada inkrah," pungkasnya.
 
Sebelumnya, jari tangan salah seorang pelajar SMPN 16 Kota Malang, MS, 13, terpaksa diamputasi. Pasalnya, siswa kelas VII itu diduga menjadi korban perundungan oleh teman-teman sekolahnya.
 

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif