Upaya Kemenkop UKM Membangun Indonesia dari Pinggiran
Anggota OASE Kabinet Kerja, Bintang Puspayoga, meresmikan Program Kampung Sejahtera di Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Foto:Dok.Kemenkop UKM)
Nunukan: Dalam rangka mendukung Nawacita ketiga Presiden Joko Widodo, Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) bekerja sama dengan OASE (Organisasi Aksi Solidaritas Era) menyelenggarakan Program Kampung Sejahtera.

Program Kampung Sejahtera sejalan dengan Nawacita ketiga Presiden Joko Widodo, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

Program ini sebelumnya sudah dibuka di Desa Kohod Kabupaten Tangerang, Banten, pada 2017, dan Desa Barada dan Alas Selatan Kabupaten Malaka, NTT, pada awal 2018.


Kemudian pada Kamis, 18 Oktober 2018, program ini juga diresmikan di Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, oleh Anggota OASE Kabinet Kerja, Bintang Puspayoga. Turut hadir Ketua Dekranasda Kaltara Rita Ratina Irianto, Asdep Pengembangan Peran Serta Masyarakat Kemenkop dan UKM Haryanto, Asdep Organisasi Badan Hukum Koperasi Retno Endang Prihantini, Asdep Permodalan Luhur Pradjarto, dan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan KUMKM Kaltara Hartono.

"Pemilihan lokasi ini didasarkan atas daerah yang dipilih sektor ekonominya masih tertinggal, serta masuk dalam kategori desa miskin sehingga perlu dikembangkan menjadi desa sejahtera,” kata Bintang Puspayoga, dikutip siaran persnya, Senin, 22 Oktober 2018.

Melalui Program Kampung Sejahtera ini Kemenkop UKM melakukan pemberdayaan masyarakat melalui penumbuhan dan penguatan kelembagaan koperasi berupa kegiatan sosialisasi dan pelatihan perkoperasian yang nantinya diikuti dengan fasilitasi akta notaris bagi kelompok-kelompok masyarakat yang ingin berkoperasi.
 
Program Kampung Sejahtera di Nunukan melibatkan 130 peserta dari pelaku koperasi dan UKM, dinas yang membidangi KUKM, camat, Kapolsek, Koramil, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemuka agama setempat.

Dalam rangka pengembangan usaha UMKM dan jiwa kewirausahaan Kemenkop UKM memberikan pelatihan vocational membatik, pelatihan vocational anyaman dan pewarna alam, serta pelatihan pengolahan makanan berbahan nanas dan singkong.

Dalam hal penguatan pemasaran dan peningkatan produk KUMKM, Kemenkop dan UKM melakukan pendampingan dan fasilitasi hak cipta dan hak merek.

"Ke depan, OASE tetap menggandeng Kemenkop UKM, serta instansi lain untuk membantu masyarakat Krayan agar mampu memanfaatkan potensi daerah yang dimiliki, sehingga dapat lepas dari ketertinggalannya dan menjadi beranda depan bangsa Indonesia yang mencerminkan kesejahteraan masyarakat,” ujar istri Menkop dan UKM itu.

Kegiatan pelatihan diadakan di beberapa titik berbeda, yaitu untuk pelatihan vocational membatik (30 peserta) di gedung BPU Krayan, pelatihan vocational kerajinan anyaman dan pewarna alam (30 peserta) di Aula Kantor Desa Long Bawan, pelatihan perkoperasian (30 peserta) di Hotel Ganesha, serta pelatihan kewirausahaan pengolahan makanan berbahan nanas dan singkong di Aula Kantor Camat Krayan.

Asdep Pengembangan Peran Serta Masyarakat Kemenkop dan UKM Haryanto menjelaskan tujuan diadakan pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan UMKM agar menghasilkan produk berkualitas dan memiliki nilai tambah, sehingga dapat memperluas jangkauan pemasarannya melalui pendampingan dan fasilitasi hak cipta dan hak merek, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota koperasi dan UMKM.
“Selain itu, untuk menumbuhkembangkan jiwa dan semangat kewirausahaan, maupun mencetak kader-kader wirausaha baru di Krayan ini,” kata Haryanto.

Krayan berbatasan dengan Serawak, Malaysia, yang terkenal akan keindahan dan kesuburan alam, keunikan budaya, serta keramahtamahan masyarakatnya. Daerah ini memiliki potensi utama, yakni pertanian, perkebunan, dan pariwisata yang diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

Pada sektor pertanian, Krayan memiliki beras Adan dengan keunggulan kompetitif, yaitu ditanam secara tradisional berdasarkan kearifan lokal.

Pada sektor pariwisata Krayan memiliki potensi ekowisata pertanian organik, wisata budaya, wisata buah, dan wisata garam. Di sisi lain, suatu hal yang membanggakan, Krayan memiliki produk kerajinan anyaman bambu dan rotan yang sudah dipasarkan sampai ke luar negeri.

Namun, Ketua Dekranasda Kaltara Rita Ratina Irianto mengakui, potensi tersebut belum dikembangkan optimal. Kendalanya ialah masih rendahnya kapasitas SDM dalam menciptakan usaha kreatif, akses permodalan dan pasar yang sangat terbatas, dan banyak masyarakat yang belum memahami mekanisme pengelolaan serta pemanfaatan akses permodalan dan pasar tersebut.

"Harapan kami semoga dengan pelaksanaan pelatihan di Krayan ini mampu membangun beranda depan di perbatasan negara Indonesia dan menumbuhkan pusat-pusat perekonomian baru di perbatasan,” kata Rita yang juga istri Gubernur Kaltara itu.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id