Kepala Subdirektorat Kesejahteraan Masyarakat Direktorat Pelayanan Sosial Dasar Ditjen PPMD Kemendes PDTT Ibrahim pada acara Wisuda Akademi Paradigta ke-3 di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu, 24 April 2019. (Foto: Dok. Kemen
Kepala Subdirektorat Kesejahteraan Masyarakat Direktorat Pelayanan Sosial Dasar Ditjen PPMD Kemendes PDTT Ibrahim pada acara Wisuda Akademi Paradigta ke-3 di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu, 24 April 2019. (Foto: Dok. Kemen

Kemendes PDTT Tingkatkan Pemberdayaan Perempuan di Desa

Nasional Berita Kemendes PDTT
Gervin Nathaniel Purba • 24 April 2019 18:57
Kubu Raya: Pemberdayaan perempuan terus digenjot pada lini masyarakat desa. Hal tersebut dinilai penting karena perempuan berperan dalam peningkatan sumber daya dan pemberdayaan ekonomi di desa.
 
Salah satu upaya yang dilakukan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yakni bekerja sama dengan pemerintah daerah di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, bersama dengan Yayasan PEKKA (Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga) melalui Akademi Paradigta.
 
Kepala Subdirektorat Kesejahteraan Masyarakat dari Direktorat Pelayanan Sosial Dasar Ditjen PPMD Kemendes PDTT Ibrahim mengatakan bahwa Kemendes PDTT turut mendukung kegiatan Yayasan Pekka dan Pemerintah Daerah Kubu Raya dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas masyarakat desa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kegiatan tersebut sejalan dengan Permendes PDTT Nomor 6 tahun 2018 tentang prioritas penggunaan dana desa 2019, yakni untuk membiayai program dan kegiatan bidang pemberdayaan masyarakat desa. Di antaranya peningkatan partisipasi masyarakat, pengembangan kapasitas di desa, dan pengembangan ketahanan masyarakat desa.
 
"Diharapkan melalui Wisuda Akademi Paradigta ketiga dapat memperkuat tata kelola desa, sehingga pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa dapat terwujud dengan cepat dan transparan," ujar Ibrahim, di hadapan 336 wisudawan, dalam acara Wisuda Akademia Paradigta Kabupaten Kubu Raya ketiga, di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu, 24 April 2019.
 
"Mari kita gunakan dana desa untuk kesejahteraan masyarakat desa, terbangunnya strategi advokasi kebijakan, dan anggaran desa dan daerah untuk memastikan terpenuhinya pelayanan dasar yang berkualitas di desa," ujarnya.
 
Sementara itu, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengapresiasi pola pemberdayaan perempuan melalui Akademi Paradigta. Dia mengajak para alumni Paradigta, mentor, dan akademisi untuk fokus pada masalah nyata yang ada di tengah masyarakat.
 
Bupati mencontohkan tingginya angka stunting belakangan ini yang harus dihadapi. Pada 2017, terdapat 26,7 persen dari 7.206 kelahiran yang harus dikawal bersama di Kubu Raya.
 
"Ini masalah yang luar biasa mengancam generasi. Bukan hanya badan, tapi otak tak bisa berkembang. Dikhawatirkan melahirkan generasi yang tidak cerdas," kata Muda.
 
Selain itu, perlunya pengembangan usaha. Salah satunya dengan memperkuat UMKM, penguatan pangan untuk peningkatan gizi.
 
"Kalau ibu-ibu sudah jadi alumni, dampak ibu-ibu bisa diukur jika bisa mengkaderkan kepada yang lainnya. Harapannya, ibu-ibu yang tidak paham dan sulit informasi bisa menambah wawasan dan mudah akses informasi, sehingga bisa mengembangkan dirinya," kata Muda.
 
Selain itu, dia berharap, ibu-ibu alumni bersama dengan PEKKA diharapkan bisa menjadi ahli di bidangnya, seperti fokus pada posyandu, pendidikan, ekonomi, dan lain-lain.
 
Salah satu masyarakat penerima manfaat dari program Akademi Paradigta, Karmani, mengisahkan perjalanan hidupnya sempat tak berdaya setelah suaminya meninggal. Dia harus berjuang sendiri menghidupi kedua anaknya sebagai buruh tani.
 
Dirinya yang memiliki kekurangan secara fisik sempat membuatnya takut. Namun semua itu dia tepis, hingga satu waktu dirinya memutuskan untuk ikut Akademi Paradigta yang memiliki banyak jalan menjadi orang yang bermanfaat di masyarakat.
 
"Perempuan yang berkarya adalah yang bermanfaat bagi masyarakat yang memerlukan bantuan," ujarnya tegas.
 
Akademi Paradigta ini bertujuan untuk membentuk kepemimpinan perempuan di tingkat desa, dan bagaimana peran perempuan bisa ditingkatkan. Dalam Akademi Paradigta, para peserta diberikan pelatihan selama satu tahun dari mulai materi advokasi/ paralegal, belajar APBDes, Musdes, kemudian ada tugas akhir dan wisuda.
 
Dampak atau perubahan yang dialami, adanya partisipasi, kontrol masyarakat terhadap anggaran desa, dana PAUD meningkat atas usulan ibu-ibu yang jadi berani bicara, menolong identitas hukum masyarakat. Bahkan beberapa ada yang mencalonkan diri jadi BPD, caleg, Kades, dan Kader Desa.

 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif