Tangerang: I, 27, seorang pria warga Jalan Sunan Giri Pondok Bahar, Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten, nekat mengakhiri hidupnya dengan melompat di kali Jembatan Merah wilayah tersebut. Diduga, korban menceburkan diri lantaran ditolak orang tuanya untuk menikah.
Kapolsek Ciledug Kompol Noor Maghantara mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Kamis, 18 Agustus, sekitar pukul 19.00 WIB. Kejadian diketahui pertama kali oleh dua anak yang saat itu melintas di lokasi.
"Ada dua anak kecil lihat korban melompat sungai dan menyampaikan ke seorang pejalan yang lewat di situ. Disampaikan ke Pak RT Pas dicek di situ sudah enggak ada. Lalu melaporkan kejadian ke Polsek Ciledug," ujarnya, Kamis, 18 Agustus 2022.
Setelah mengetahui identitas korban, Noor menuturkan, pihaknya pun memberitahu ke keluarga korban terkait peristiwa tersebut.
"Dari keterangan orang tuanya, korban tidak mempunyai masalah apa-apa. Informasi korban menceburkan diri masih kita dalami," kata dia.
Noor menjelaskan telah berkoordinasi dengan BPBD Kota Tangerang untuk upaya pencarian. Bersama Basarnas juga, tim akan melakukan penyisiran.
Menurut Noor, sebelum lompat, korban meninggalkan satu unit sepeda motor di sisi jembatan. Usai dilakukan pencarian, korban ditemukan telah tewas.
"Korban sudah ditemukan dekat RS Mandaya, dalam kondisi terapung. Kemungkinan besar meninggal," ucap dia.
Sementara, salah satu saksi yang enggan disebut namanya menjelaskan, sebelum korban melakukan upaya bunuh diri dengan melompat ke sungai, pernah bercerita jika pernikahannya tidak direstui orang tua.
"Pernah cerita enggak direstui orang tua untuk nikah dengan wanita pilihannya. Tapi saya enggak tahu ternyata dia begini (mengakhiri hidup dengan lompat ke sungai)," singkat pemuda tersebut.
Tangerang: I, 27, seorang pria warga Jalan Sunan Giri Pondok Bahar, Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten,
nekat mengakhiri hidupnya dengan melompat di kali Jembatan Merah wilayah tersebut. Diduga, korban menceburkan diri lantaran ditolak orang tuanya untuk menikah.
Kapolsek Ciledug Kompol Noor Maghantara mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Kamis, 18 Agustus, sekitar pukul 19.00 WIB.
Kejadian diketahui pertama kali oleh dua anak yang saat itu melintas di lokasi.
"Ada dua anak kecil lihat korban melompat sungai dan menyampaikan ke seorang pejalan yang lewat di situ. Disampaikan ke Pak RT Pas dicek di situ sudah enggak ada. Lalu melaporkan kejadian ke Polsek Ciledug," ujarnya, Kamis, 18 Agustus 2022.
Setelah mengetahui identitas korban, Noor menuturkan, pihaknya pun memberitahu ke keluarga korban terkait peristiwa tersebut.
"Dari keterangan orang tuanya, korban tidak mempunyai masalah apa-apa. Informasi korban menceburkan
diri masih kita dalami," kata dia.
Noor menjelaskan telah berkoordinasi dengan BPBD Kota Tangerang untuk upaya pencarian. Bersama Basarnas juga, tim akan melakukan penyisiran.
Menurut Noor, sebelum lompat, korban meninggalkan satu unit sepeda motor di sisi jembatan. Usai dilakukan pencarian, korban ditemukan telah tewas.
"Korban sudah ditemukan dekat RS Mandaya, dalam kondisi terapung. Kemungkinan besar meninggal," ucap dia.
Sementara, salah satu saksi yang enggan disebut namanya menjelaskan, sebelum korban melakukan upaya bunuh diri dengan melompat ke sungai, pernah bercerita jika pernikahannya tidak direstui orang tua.
"Pernah cerita enggak direstui orang tua untuk nikah dengan wanita pilihannya. Tapi saya enggak tahu ternyata dia begini (mengakhiri hidup dengan lompat ke sungai)," singkat pemuda tersebut.
(MEL)