Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Korban Perusakan Ruko Minta Polda Jabar Buka Kembali Penyidikan

Nasional perusakan
Deny Irwanto • 13 Juni 2019 13:26
Bandung: Kasus dugaan perusakan, penjarahan ruko serta dan keterangan palsu di Kota Bandung yang dipelaporkan Budi Hartono Tengadi dinilai bisa dilanjutkan kembali. Perkara itu sebelumnya sempat dihentikan penyidik Ditreskrimum Polda Jabar dengan menebitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).
 
Budi sudah menempuh proses hukum melalui Pengadilan Negeri (PN) Bandung dan hasilnya diputuskan untuk melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan penyidik serta dilakukan tindakan penyitaan terhadap barang bukti tindak pidana yang berada di dalam tempat dan penguasaan terlapor.
 
"Dalam konteks peristiwa di atas karena sudah ada penetapan penyitaan PN Bandung, maka penyidik kepolisian bisa membuka kembali perkara dan melakukan pemeriksaan dalam proses penyidikan untuk dilanjutkan ke penuntutan," kata Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti, Abdul Hajar Fickar saat dikonfirmasi, Kamis, 12 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Fickar, dengan adanya penetapan penyitaan PN Bandung tersebut, penyidik kepolisian bisa membuka kembali proses penyidikan perkara.
 
Tak hanya putusan PN Bandung, Biro Pengawasan Penyidikan Bareskrim Polri juga telah memerintahkan penyidik Ditreskrimum Polda Jabar untuk menindaklanjuti penyidikan serta mengirimkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) kepada pelapor secara periodik. Namun sampai saat ini perintah tersebut belum ditindaklanjuti.
 
Sementara Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko sebelumnya mengatakan akan meneliti terlebih dahulu kasus tersebut. Kedepannya kata Trunoyudo, tidak menutup kemungkinan akan dilanjutkan proses penyidikan kembali.
 
"Kami akan mempelajari dan ranahnya adalah fungsi pengawasan internal akan melakukan penelitian terhadap perkara yang dimaksudkan," kata Trunoyudo beberapa waktu lalu.
 
Upaya Budi dalam mencari keadilan tak hanya sampai di PN Bandung. Budi juga menyurati Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian lantaran menduga adanya anggota polri yang tidak profesional dalam menangani laporannya di Ditreskrimum Polda Jabar.
 
Menurut Budi, ada dua peristiwa hukum yang terjadi dalam kasus yang dialaminya. Pertama soal sewa-menyewa dimana dia menyewa sebuah ruko kepada seseorang, dalam konteks ini ranahnya hukum keperdataan.
 
Kedua adalah peristiwa persekusi, memasuki suatu tempat yang masih dalam pengusaan dia selaku penyewa, pemalsuan, pengerusakan termasuk pencurian barang-barang miliknya.
 
"Peristiwa kedua inilah yang saya laporkan secara pidana, unsur perbuatan pidananya sangat terang benderang. Apalagi perbuatan oknum ormas tersebut telah mengambil alih kewenangan PN dalam eksekusi riil yakni memasuki tempat yang masih dalam penguasaan saya," kata Budi.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif