Kondisi pengungsi akibat abrasi Pantai Amurang, di Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara (Sulut). Pada Senin (4/7/2022) BPBD dinyatakan meningkat hampir 500 orang dibanding beberapa hari sebelumnya. FOTO ANTARA/HO-BPBD Minahasa Selatan.
Kondisi pengungsi akibat abrasi Pantai Amurang, di Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara (Sulut). Pada Senin (4/7/2022) BPBD dinyatakan meningkat hampir 500 orang dibanding beberapa hari sebelumnya. FOTO ANTARA/HO-BPBD Minahasa Selatan.

Pengungsi Abrasi Pantai Amurang Bertambah, Capai 500 Orang

Antara • 05 Juli 2022 08:02
Manado: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan pengungsi akibat abrasi Pantai Amurang, di Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara (Sulut), meningkat hampir 500 orang dibanding beberapa hari sebelumnya.
 
"Jadi sebelumnya warga yang tinggal di radius di atas 20 meter belum menempati lokasi pengungsian, tapi sekarang sudah tinggal di sana (pengungsian)," ucap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Selatan, Thorie R Joseph, di Manado, Senin, 4 Juli 2022.
 
Walaupun tidak merinci secara detail jumlah kepala keluarga yang berada di pengungsian, namun menurut dia, jumlahnya mulai meningkat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, data per 29 Juni 2022, sebanyak 387 jiwa atau 127 kepala keluarga yang menjadi korban abrasi pesisir Pantai Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, masih bertahan di pengungsian.
 
Warga yang mengungsi tersebut terpetakan berada di Balai Pertemuan Umum (BPU) Lewet (53 KK, 134 jiwa), Aula Sentrum Uwuran II (46 KK, 158 jiwa), dan di rumah kerabat/keluarga (28 KK/95 jiwa).
 
Baca juga: Ratusan Hektare Daratan di Jabar Tergerus Abrasi
 
Ada sebanyak 18 bayi, 34 balita, empat ibu hamil dan 42 warga lanjut usia yang menempati tiga tempat mengungsi tersebut
 
"Kan tidak mungkin ketika mereka (korban yang tinggal di atas radius 20 meter sudah berada di tempat pengungsian, kami tidak layani. Pada akhirnya kami layani seperti pengungsi yang lainnya," ujar Thorie.
 
BPBD memberikan apresiasi untuk para pihak yang ikut menyumbang meringankan beban yang dialami warga pesisir pantai Kecamatan Amurang, khususnya di Kelurahan Uwuran Satu dan Kelurahan Bitung.
 
"Ketersediaan logistik untuk pengungsi masih tersedia. Kami juga masih akan menjamin logistik untuk pengungsi ketika menempati rumah hunian sementara yang masih dibangun," katanya.
 
Meski demikian, menurut dia, yang berada di tempat pengungsian sudah termasuk warga yang menjadi korban abrasi hingga radius 50 meter. Namun pemerintah kabupaten akan memrioritaskan korban yang berada di radius 20 meter dari pesisir pantai yang terkena abrasi.
 
"Jadi secara bertahap, mereka yang rumahnya hancur di radius 20 meter, mereka yang didahulukan menempati bangunan hunian sementara yang masih dibangun," jelas Thorie R Joseph.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif