Kapolresta Depok AKBP Azis Andriansyah Saat bercengkrama dengan ibu - ibu korban oeniouan PT Damtour di Mapolresta Depok
Kapolresta Depok AKBP Azis Andriansyah Saat bercengkrama dengan ibu - ibu korban oeniouan PT Damtour di Mapolresta Depok

Cerita Konsumen Damtour tak Kunjung Berangkat Umrah

Nasional Penipuan Haji dan Umrah
Octavianus Dwi Sutrisno • 17 September 2019 21:19
Depok: Harapan Maryani, 42 menjalankan ibadah umrah sirna. Biro perjalanan umrah PT Doa Arafah Madinah (Damtour) kini ditutup oleh kepolisian lantaran diduga menipu dan menggelapkan uang calon jemaah.
 
Warga Depok Lama ini mengaku telah menyetorkan uang Rp156 juta untuk keberangkatan tujuh orang. Pembayaran, dilakukan secara tunai.
 
"Kami, daftar pada 2016 pembayaran semuanya diselesaikan pada tahun itu. Ambil waktu keberangkatan Desember 2017, eh ternyata sampai sekarang belum diberangkatkan," kata Maryani, di Mapolresta Depok Selasa, 17 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Maryani mengaku tak curiga dengan biro perjalanan umrah itu. Apalagi ia sempat berangkat ke tanah suci pada 2015 melalui PT Damtour.
 
"Dulu saya ikut yang promo Rp14 juta, fasilitasnya enak itu yang dirasakan selama menunaikan ibadah umrah dulu. Tapi kenapa ujung-ujungnya begini," ujar Maryani.
 
Maryani dan sejumlah rekannya yang telah mendaftar di travel tersebut berharap ada keadilan. Pasalnya, uang yang telah disetorkan adalah hasil kerja keras mereka untuk menjalankan perintah agama.
 
"Kami sedih, kalau tidak jadi berangkat kami ingin uang kembali," ujar Maryani
 
Hal yang sama juga dirasakan Sapinah. Ia bersama suaminya gagal berangkat ke tanah suci.
 
Warga Depok 2 ini mengaku awalnya PT Damtour mampu memberangkatkan dirinya umrah pada 2015 lalu, meski harus menunggu kurang lebih satu tahun.
 
"Awalnya, kenal Pak Hambali (tersangka) dari guru ngaji saya di daerah Cilodong. Saya, waktu ikut Promo dengan harga Rp14 juta disetorkan ke kantor Damtour sewaktu masih berlokasi di Tebet Jakarta Selatan. Daftar 2014, berangkat 2015," kata Sapinah di tempat yang sama.
 
Awal 2016, Sapinah mendaftarkan suaminya, Eko untuk umrah. Seluruh persyaratan telah dipenuhi hingga pelunasan pembayaran pemberangkatan.
 
Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, Eko tak kunjung berangkat hingga saat ini. Padahal seluruh perlengkapan ibadah umrah seperti, kain ihram, koper, batik, dan gesper sudah diberikan oleh PT Damtour.
 
Menurut Sapinah, alasan Damtour tak kunjung memberangkatkan jemaah tidak masuk akal, salah satu alasannya maskapai penerbangan yang digunakan untuk memberangkatkan umrah tidak mau menjemput (batal take out). Padahal ongkos keberangkatan, maupun kepulangan telah dipenuhi.
 
"Pesawatnya enggak mau jemput ke Indonesia, katanya (tersangka) sesudah itu dia masih menjanjikan untuk memberangkatkan kami masih menunggu, hingga pada tahun 2018 menghilang begitu saja katanya ke Cirebon dan akhirnya baru muncul sekarang," bebernya.
 
Sementara itu, Kasubag Humas Polresta Depok AKP Firdaus mengatakan hingga saat ini pihaknya telah mendapatkan dua laporan mengenai kasus penipuan dari PT Damtour. Total kerugian kurang lebih Rp1,5 miliar. Polisi juga menduga masih banyak korban lain yang telah menyetorkan uangnya namun tidak diberangkatkan umrah.
 
"Satu laporan mewakili 47 orang dengan kerugian Rp900 juta, satu laporan lagi mewakili tujuh orang, kerugian 150 Juta," pungkasnya.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif