Kepala Basarnas Sulawesi Selatan Djunaidi (kanan) memberikan keterangan pers di posko pencarian korban tenggelamnya KM Ladang Pertiwi Dua di Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (6/6/2022). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/wsj.
Kepala Basarnas Sulawesi Selatan Djunaidi (kanan) memberikan keterangan pers di posko pencarian korban tenggelamnya KM Ladang Pertiwi Dua di Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (6/6/2022). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/wsj.

Pencarian Korban KM Ladang Pertiwi Disetop, 15 Orang Dinyatakan Hilang

Muhammad Syawaluddin • 06 Juni 2022 21:54

Makassar: Proses pencarian korban kapal KM Ladang Pertiwi secara resmi dihentikan. Penghentian dilakukan setelah tim gabungan melakukan operasi selama sepuluh hari sejak informasi masuk ke Basarnas Sulawesi Selatan.

"Dengan berat hati operasi SAR kecelakaan kapal dinyatakan ditutup pada hari ke-10," kata Kepala Basarnas Sulawesi Selatan, Djunaidi, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 6 Juni 2022.

Ia mengatakan sangat berat menutup operasi pencarian korban kapal KM Ladang Pertiwi. Namun selama operasi berlangsung segala daya dan upaya telah dikerahkan oleh semua tim yang tergabung dalam proses tersebut.

"Segala upaya yang telah dilakukan tidak menemukan tanda keberadaan korban lainnya. Kami menyampaikan belasungkawa," ungkapnya.

Djunaidi juga menyampaikan semoga kejadian tenggelamnya kapal KM Ladang Pertiwi ini menjadi pelajaran dan renungan bagi semua pihak agar mengutamakan keselamatan dan keamanan bersama. Sehingga tidak terjadi hal serupa.

Baca juga:  Tim Sar Evakuasi 26 Penumpang Kapal yang Mati Mesin di Selat Lombok

"Sebagai informasi 15 orang saat ini masih didalam manifes, masih menjadi catatan kepala desa," ujarnya.

Ia juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi pencarian kapal KM Ladang Pertiwi yang tenggelam pada Kamis, 26 Mei 2022, saat menuju ke Pulau Pamantauang, Kecamatan Kalmas, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Sebelumnya, Kapal Motor Ladang Pertiwi dilaporkan tenggelam di sekitar Selat Makassar. 26 orang dinyatakan hilang akibat peristiwa itu. Tapi data terakhir orang yang belum ditemukan adalah 16 orang. 

Kapal tujuan dengan rute Makassar-Pulau Pammantuang, Kecamatan Liukang Kalmas,  Kabupaten Pangkep itu dinyatakan tenggelam pada Kamis, 26 Mei 2022 pukul 03.30 Wita di perairan Pammantauan. 



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MEL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>