ilustrasi/Medcom.id
ilustrasi/Medcom.id

Korupsi Dana Penanganan Covid-19, Sekda di Flores Dicopot

Antara • 27 September 2022 13:51
Flores: Bupati Flores Timur Doris Alexander Rihi menonaktifkan terduga kasus korupsi Dana Penanganan Covid-19 Tahun Anggaran 2020, Paulus Igo Geroda (PIG) dari jabatannya sebagai Sekda Flores Timur.
 
"Proses penonaktifan PIG dari jabatannya sudah dilakukan semenjak kami terima surat pemberitahuan bahwa yang bersangkutan berstatus tersangka. Dan per Senin kemarin resmi dinonaktifkan," kata Bupati Flores Timur Doris Alexander Rihi di Kupang, Selasa, 27 September 2022.
 
Selain itu, penonaktifan terduga korupsi dana covid-19 itu dilakukan setelah adanya surat perintah penahanan yang dikeluarkan oleh Kejaksaan Negeri Flores Timur. Dia mengatakan saat surat penahanan terhadap terduga korupsi dari Kejari Larantuka diterima pada Senin, 26 September 2022, surat penonaktifan juga dikeluarkan dengan tanda tangan dirinya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Doris menambahkan penonaktifan PIG dari jabatan Sekda itu sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 pasal 276 tentang manajemen Pegawai Negeri Sipil.
 
Penonaktifan PIG dari jabatan Sekda juga sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara (Perka BAKN) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pemberhentian Sementara Pejabat.
 
Baca: Berkurang, Wisma Atlet Kemayoran Rawat 31 Pasien Covid-19

Selain penonaktifan PIG sebagai Sekda Flores Timur, surat penonaktifan juga keluar dari Pemerintah Flores Timur untuk Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur Alfons H Betan (AHB) terkait kasus yang sama.
 
Sebelumnya, penyidik tindak pidana korupsi Kejaksaan Negeri Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, melakukan penahanan terhadap Paulus Igo Geroda yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dana penanganan covid-19 dengan kerugian negara Rp1,5 miliar lebih.
 
PIG merupakan Sekda sekaligus ex-officio Kepala BPBD dan Ketua Pelaksana Satuan Tugas Penanganan Covid-19 tahun 2020. 
 
Tersangka dijerat dengan pasal 2 subsider pasal 3 jo pasal 18 UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
 
(NUR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif