Rapat koordinasi penanganan bencana di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), di Jakarta, Rabu, 7  April 2021. FOTO ANTARA/HO-BNPB
Rapat koordinasi penanganan bencana di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), di Jakarta, Rabu, 7 April 2021. FOTO ANTARA/HO-BNPB

Gubernur NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana

Nasional banjir banjir bandang cuaca ekstrem musim hujan bencana alam Bencana Banjir
Antara • 08 April 2021 14:27
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat, menetapkan status tanggap darurat terhitung mulai 6 April sampai 5 Mei 2021.
 
Status tanggap darurat tersebut ditetapkan terhadap bencana angin siklon tropis, banjir bandang, tanah longsor, dan gelombang pasang.
 
"Penetapan keputusan ini diambil berdasarkan dampak dari siklon tropis Seroja di Kota Kupang dan 21 kabupaten dalam wilayah NTT sejak 2 April sampai dengan 5 April 2021," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, Kamis, 8 April 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Riau Buka Posko Perbatasan Cegah Transmisi Covid-19
 
Dia menjelaskan dengan adanya penetapan keputusan tanggap darurat tersebut, diharapkan mampu mempercepat penanganan bencana di wilayah NTT. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun hingga Rabu malam, 7 April 2021, total korban jiwa di beberapa kabupaten dan kota terdampak berjumlah 138 jiwa.
 
Rincian korban meninggal yaitu Kabupaten Flores Timur 67 jiwa, Lembata 32 jiwa, Alor 25 jiwa, Kabupaten Kupang 5 jiwa, Malaka 4 jiwa, Sabu 2 jiwa, Ngada 1 jiwa, Ende 1 jiwa dan Kota Kupang 1 jiwa.
 
Sedangkan korban hilang, total dari laporan pertemuan koordinasi berjumlah 61 jiwa. Rinciannya di Kabupaten Lembata 35 jiwa, Alor 20 jiwa, dan Flores Timur 6 jiwa.
 
Sementara kerugian material di sektor perumahan berjumlah 1.114 unit dengan rincian rusak berat 688 unit, rusak sedang 272 dan rusak ringan 154.
 
"Dalam hal ini upaya penanganan darurat seperti pencarian dan evakuasi korban, pelayanan warga dipengungsian, pendistribusian bantuan, pendataan maupun pembukaan akses yang terisolisasi terus dan masih dilakukan," ungkapnya.
 
Sejumlah helikopter juga sudah dikerahkan ke lokasi terdampak. Operasi udara ini didukung oleh Satuan Tugas TNI AU yang juga memfasilitasi pengiriman bantuan dari pihak donatur maupun relawan medis ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau dengan transportasi darat.
 
"Sinergi tersebut diharapkan membuat penanganan bencana banjir bandang, tanah longsor dan gelombang pasang bisa dilakukan dengan baik dan tepat," ujar Raditya.
 
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif