Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Anggota KKB Penembak Karyawan Freeport Ditangkap

Nasional kelompok sipil bersenjata kelompok bersenjata di papua
Medcom • 02 Juni 2020 13:57
Papua: Sebanyak tiga anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) ditangkap personel gabungan Polda Papua dan Operasi Nemangkawi. Mereka ialah TW, SM, dan OW.
 
“TW dan SM adalah anggota KKB wilayah Kalikopi Timika yang merupakan pasukan di bawah pimpinan Antonius Aim dan secara keseluruhan pimpinan tertinggi wilayah Kalikopi adalah Jack Kemong. Mereka bergabung menjadi KKB wilayah Kalikopi sejak tanggal 30 Januari 2019,” ujar Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw, melalui keterangan tertulis, Selasa, 2 Juni 2020.
 
Ketiganya merupakan anggota KKB yang terlibat dalam penembakan terhadap karyawan PT Freeport Indonesia, di Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua, pada 30 Maret 2020. TW dan SM ditangkap pada 29 Mei 2020, sedangkan OW merupakan salah satu buronan KKB di wilayah Pilia, Puncak Jaya, ditangkap di Kampung Igimbut, Distrik Pagaleme, Puncak Jaya, pada 31 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Peran TW dalam kejadian tersebut adalah sebagai pembawa tas milik Joni Botak yang berisi dua magazen dan peluru amunisi. Sedangkan DPO OW merupakan pasukan KKB pimpinan Purom Okiman Wenda yang terlibat sejumlah aksi penembakan dan perampasan senjata api milik personel Polri,” bebernya.
 
Sejumlah barang bukti disita dari tangan tersangka TW dan SM, yakni delapan butir selongsong kaliber 5,6; enam butir selongsong kaliber 7,62 x 51 mm, enam amunisi 7,62 x 39 mm, dan 10 selongsong 7,62 x 62 mm. Sedangkan dari tersangkan OW disita barang bukti, satu buah tas warna hitam, satu buah kemeja warna putih garis abu-abu, dua handphone , dan satu tab.
 
Baca:KKB Papua Tembak Warga Sipil di Kabupaten Intan Jaya
 
Sementara itu, berikut beberapa aksi kejahatan oleh OW;
 
1. Perampasan SMR (Senjata Mesin Ringan) jenis Arsenal di Kabupaten Puncak jaya bulan Januari tahun 2011 yang mengakibatkan 1 Personil Brimob Papua Meninggal dunia;
 
2. Penembakan dan penyerangan serta Perampasan Senpi Organik Jenis Revolver milik Kapolsek Mulia AKP Dominggus Awes di Bandara Mulia Puncak Jaya bulan November tahun 2011;
 
3. Perampasan senpi organik Res LannyJaya Jenis AK47 yang dipegang oleh Brigpol Amaluddin Elwakan tahun 2011 di Tiom Kabupaten Lannyjaya;
 
4. Penembakan dan penyerangan Polsek Pirime pada bulan November tahun 2012 yang mengakibatkan Anggota Polsek berjumlah 3 orang meninggal dunia;
 
5. Penembakan terhadap Mantan Kapolri Jendral (Purn) TITO KARNAVIAN yang saat itu menjabat sebagai Kapolda Papua tgl 28 November tahun 2012 saat akan menuju ke TKP Polsek pirime;
 
6. Penyerangan dan penembakan serta pencurian senjata api Anggota Polri di Jl. Trans Indawa-Pirime tanggal 28 Juli 2014;
 
7. Penembakan terhadap Anggota TNI 756 di lapangan Terbang di Distrik Pirime Kab. Lannyjaya mengakibatkan satu personel TNI luka tembak pada tahun 2015;
 
8. Penembakan terhadap personel satgassus Papua (satgas gakkum saat ini) pada bulan Desember tahun 2017 di Puncak Popome saat melaksanakan giat pemetaan;
 
9. Penembakan terhadap aparat TNI/Polri (Satgas Ops Nemangkawi) saat akan dilakukan penegakan hukum di Markas Balingga Kabupaten Lany Jaya pada tanggal 3 November tahun 2018.
 
"Polda Papua bersama jajaran dan Kodam XVII/Cenderawasih akan terus melakukan pengejaran terhadap KKB yang mengganggu stabilitas keamanan di Provinsi Papua. Kami mengharapkan peran serta para tokoh untuk membantu aparat keamanan dalam melakukan penindakan terhadap KKB yang selama ini meresahkan masyarakat di Papua,” tukas Paulus.
 

(LDS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif