Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/Medcom.id/Surya Perkasa.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/Medcom.id/Surya Perkasa.

Percepat Penanganan PMK, Ini yang Dilakukan Ganjar

Antara • 07 Juni 2022 13:53
Semarang: Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, mempercepat penangan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jateng. Ganjar membuka posko untuk mencegah penularan penyakit hewan ternak itu.

“Ini saya minta agar diimplementasikan sampai ke tempat yang mudah dijangkau termasuk nomor WA, nomornya 082111087606, ini biar disebarkan,” kata Ganjar dikutip dari Antara, Selasa, 7 Juni 2022.

Data terakhir Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) tercatat ada 8.286.534 ekor hewan ternak, nilainya setara Rp43,749 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 264 hewan ternak positif PMK.

“Ini ternak terduga suspek dari beberapa daerah kita komunikasi juga dengan Jawa Timur, kita juga lihat data di Aceh, di NTB itu ternyata tinggi tinggi dan kita posisinya di bawah 10ribu ya, ada 8 ribuan,” kata Ganjar.

Baca: Ganjar Bentuk Posko Pengamanan PMK Usai 264 Hewan Terjangkit

Sementara itu, pengobatan terus dilakukan pada 8.246 hewan ternak yang suspek PMK. Posko disebar untuk mempercepat penanganan wabah PMK.

Ganjar juga menggandeng kepolisian dan Satgas Pangan mengatur lalu lintas hewan ternak antardaerah. Sehingga, bisa mengontrol pergerakan dan menekan penyebaran wabah PMK.

Selanjutnya Ganjar pun membentuk gerakan Jogo Ternak. Tujuannya untuk mendampingi peternak dan hewan ternak yang terkena PMK.

“Nanti akan ada komunitas yang kita sebut sebagai Jogo Ternak. Agar mereka semuanya bisa mendampingi dan saya minta untuk kerjasama dengan perguruan tinggi dan komunitas bisa membantu pergerakannya,” tegasnya.

Terlepas dari upaya-upaya itu, Ganjar mengimbau seluruh daerah disiplin melaporkan perkembangan PMK. Surat edaran untuk kepala daerah tengah disiapkan Ganjar, utamanya mengawasi pasar hewan.

“Sekarang yang ada kita minta lapor, dan kita terjunin tim, kita kasih obat desinfektan. Kita coba atur lalu lintasnya, jadi obat sedang kita siapkan. Vaksin mungkin pertengahan bulan ini jadi dari kementerian," ujar Ganjar.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ADN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>