Mendes PDTT Ajak Masyarakat Bengkulu Bangun Desa

Pelangi Karismakristi 05 Agustus 2018 17:35 WIB
Berita Kemendes PDTT
Mendes PDTT Ajak Masyarakat Bengkulu Bangun Desa
Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo. (Foto: Dok. Kemendes PDTT)
Bengkulu: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengajak seluruh masyarakat Bengkulu agar bersama-sama membangun desa agar lebih maju dan berkembang. Sebab dirinya menilai Bengkulu merupakan salah satu provinsi yang memiliki sumber daya alam melimpah serta etos kerja yang kuat.

Namun, lanjut Mendes Eko, di sana masih banyak memiliki desa yang tertinggal. Oleh karena itu, perlu ada langkah secara bersama-sama agar Bengkulu tak lagi memiliki desa tertinggal.

"Saya berharap masyarakat Bengkulu dapat memanfaatkan dana desanya dengan baik dan ikut mengawal dana desa sehingga desa-desa tertinggal ataupun desa miskin yang ada di Bengkulu bisa cepat terentaskan. Saya berjanji akan banyak meluangkan waktu ke bengkulu untuk secara bersama-sama mengentaskan kemiskinan dan melepaskan ketertinggalannya desa yang masih ada di Bengkulu," kata Mendes pada saat menjadi pembicara dalam dialog nasional bertema Indonesia Maju di Gelanggang Olahraga Bengkulu, Sabtu 4 Agustus 2018.


Pemerintah Pusat, lanjut Eko, telah menggelontorkan anggarannya melalui dana desa selama empat tahun mencapai Rp187 triliun. Dengan angka sebesar itu, dampaknya sudah bisa terlihat, yakni bisa mengubah desa tertinggal menjadi berkembang dan mandiri.

"Karena dampak dari dana desa itu sangat besar dalam percepatan pembangunan desa dan meningkatkan ekonomi di desa," imbuhnya.

Mendes Eko menyebut, dari dana desa tersebut digunakan sebagai penunjang aktivasi ekonomi masyarakat dengan membangun sekitar 123.858 kilometer jalan desa, 781.258 meter jembatan, 6.576 unit pasar desa, tambatan perahu sebanyak 2.960 unit, 28.830 unit irigasi, 3.111 unit sarana olahraga dan pembangunan embung sebanyak 1.971 unit.

Selain itu, dana desa juga dinilai mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Tercatat sudah terbangun 67.094 penahan tanah, 38.331 sarana air bersih, 112.003 MCK, 5.402 polindes, 38.217.065 meter drainase, 18.177 paud, 11.574 posyandu dan pembangunan sumur sebanyak 31.122 unit.

"Alhamdulillah pemanfaatan dana desa selama tiga tahun sudah terlihat hasilnya. Kita juga melihat terjadinya penurunan kemiskinan yang cukup signifikan. Tahun ini tingkat kemiskinannya menyentuh singel digit yakni 9,8 persen. Kalau ini bisa terus kita pertahankan, maka dalam lima tahun kedepan jumlah orang miskin di desa akan jauh lebih kecil daripada di kota. Demikian juga penurunan stunting juga cukup besar," jelasnya.

Dalam kesempatan itu Eko menyarankan agar pemanfaatan dana desa tidak fokus diarahkan ke pembangunan infrastruktur karena infrastruktur di Bengkulu sudah cukup memadai. Sehingga, dana desa disarankan digunakan kearah peningkatan perekonomian yang ada di desa.

"Kepada Kepala desa, saya minta agar dana desanya mulai lebih banyak digunakan untuk pemberdayaan ekonomi sehingga desanya mempunyai pendapatan yang lebih besar dari dana desa. Dana desa itu sebagai stimulus saja karena desa nantinya akan memiliki pendapatan utamanya dari BUMDes. Karena sekarang ini sudah banyak BUMDes yang keuntungan bersihnya lebih dari Rp10 miliar. Bahkan, seperti daerah ponggok itu keluarga yang tidak mampu dibiayai oleh desa dan setiap rumah wajib menyekolahkan anaknya hingga universitas dengan dibiayai oleh desa. Kalau disana bisa, seharusnya di Bengkulu juga bisa," pungkasnya.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id