Gubernur Syahrul Yasin Limpo dalam sebuah acara di Makassar, Sulsel, MTVN - Andi Aisyah
Gubernur Syahrul Yasin Limpo dalam sebuah acara di Makassar, Sulsel, MTVN - Andi Aisyah

Keluarga Yasin Limpo Serahkan Dewie ke Proses Hukum

Andi Aisyah Lamboge • 22 Oktober 2015 16:43
medcom.id, Makassar: Keluarga besar Yasin Limpo menunggu proses hukum yang menjerat Dewie Yasin Limpo terkait kasus korupsi dan kini berstatus sebagai tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sayangnya, pihak keluarga belum dapat berkomunikasi langsung dengan anggota DPR RI itu.

"Tapi kami menyerahkan semua itu ke proses hukum. Siapa yang berbuat, dia harus berani bertanggung jawab. Saya dan keluarga tak akan mengganggu proses hukum," kata Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo yang juga kakak kandung Dewie saat ditemui di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (22/10/2015).

Meski demikian, pihak keluarga tetap mendukung anak dan suami Dewie menghadapi cobaan itu. Menurut Indira Chunda Thita Syahrul, keponakan Dewie, keluarganya akan terus bersama menghadapi susah senang menjalani hidup.

"Kami serahkan kepada proses hukum yang berlangsung. Keluarga besar kami ikhlas jika memang dalam proses hukumnya Ibu Dewi bersalah," kata perempuan yang akrab disapa Thita yang juga duduk sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PAN.

Dewie ditangkap bersama staf ahlinya Bambang Wahyu Hadi (BWH) di Bandara Soekarno-Hatta. Bambang adalah Ketua DPD Hanura Sulawesi Selatan. Mereka semua kemudian digelandang ke kantor lembaga antikorupsi.

(Baca: Kronologi Penangkapan Dewie Yasin Limpo)

Setelah menjalani pemeriksaan intensif, penyidik menyematkan status tersangka terhadap IR, SET, DYL, RB, dan BWH. IR dan SET diduga pemberi suap dan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Diduga, kasus itu terkait proyek pengembangan pembangkit listrik tenaga mikrohidro di Deiyai, Papua, tahun anggaran 2016. Proyek ini masih dibahas dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (RAPBN) 2016. Nilai proyek ditaksir ratusan miliaran rupiah.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RRN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>