Warga meninggalkan Wamena, Puncak, Papua, pascakerusuhan pada Senin (23/9) . Foto: ANT/IWAN ADISAPUTRA
Warga meninggalkan Wamena, Puncak, Papua, pascakerusuhan pada Senin (23/9) . Foto: ANT/IWAN ADISAPUTRA

159 Warga NTB di Papua Menunggu Dievakuasi

Nasional pengungsi sinabung aksi massa
Yusuf Riaman • 01 Oktober 2019 14:09
Mataram: Sebanyak 159 warga Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berada di Jayapura, Papua, menanti proses evakuasi. Mereka menunggu ketersediaan pesawat untuk diterbangkan ke NTB.
 
"Tidak ada korban jiwa, mereka dalam keadaan aman," kata Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, T Wismaningsih Drajadiah, Selasa, 1 Oktober 2019.
 
Wismaningsih mengungkap sebanyak 159 warga NTB yang belum dievakuasi tersebar di sejumlah daerah di Papua. Yakni 89 orang berada di Yonif 751, Sentani, Jayapura, Papua. Terdiri dari enam warga Dompu, tiga warga Lombok, tujuh warga Sumbawa, satu warga Kota Bima dan 72 warga Kabupaten Bima.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di luar Yonif, ada 70 orang tersebar di berbagai tempat di Papua. Terdiri dari, 55 orang di Jayawijaya, satu orang di Puncak Jaya, enam di Yolimo, tiga di Polikara dan lima orang di Lami Jaya.
 
"Ini data tadi malam. Mudah-mudahan pagi ini sudah banyak yang diterbangkan ke Jayapura," ujarnya.
 
Wismaningsih menerangkan 159 orang yang terdata merupakan warga NTB yang mengungsi. Dia mengungkap banyak lagi warganya yang tidak mengungsi karena merupakan personel TNI dan pegawai pemerintah.
 
"Ini juga merupakan kebijakan nasional, untuk keamanan daerah, agar nanti tidak terjadi kekosongan di Papua," ujarnya.
 
Dia menerangkan kondisi warga NTB di Papua cukup terjamin. Ia menegaskan tidak ada warga NTB yang meninggal akibat kerusuhan di Papua.
 
"Warga masyarakat NTB, Alhamdulillah dalam kondisi baik. Mereka mendapat fasilitas dari Danrem setempat di Yonif 751 Jayapura, sehingga tidak tidur di tenda. Bahkan, Kabid dan Koord Tagana ikut tidur di lokasi ini," ungkapnya.
 
Dia menambahkan anak-anak pengungsi mendapatkan fasilitas permainan seperti odong-odong agar tetap gembira di pengungsian. Ketersediaan logistik, menurutnya juga sangat terjamin.
 
Wismaningsih mengungkap segala perkembangan di Papua terhadap warga NTB selalu dipantau Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. Dia mengungkap koordinasi antar jajaran terus dilakukan.
 
"Pak Gubernur dan Ibu Wagub komitmennya sangat bagus, beliau mempersilakan evakuasi mengunakan apa saja yang dimungkinkan. Pesawat komersial juga tidak masalah. Karena memang belum ada penerbangan dengan pesawat hercules," jelasnya.
 

 

(LDS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif