Suasana di Puskesmas Depok 3 Catur Tunggal, Sleman, MTVN - Vicka
Suasana di Puskesmas Depok 3 Catur Tunggal, Sleman, MTVN - Vicka

Tarif Puskesmas di Sleman Naik 4 Kali Lipat

Nasional puskesmas
Antara • 06 Februari 2020 19:12
Sleman: Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai 6 Januari 2020, menerapkan tarif baru untuk layanan kesehatan rawat jalan di seluruh puskesmas bagi pasien non-BPJS Kesehatan. Semula tarif Rp5.000 menjadi Rp23 ribu atau naik empat kali lipat.
 
"Perubahan tarif layanan kesehatan puskesmas ini berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) Sleman Nomor 29.1 Tahun 2019 yang mulai diundangkan per 6 Agustus 2019," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo di Sleman, Kamis, 6 Februari, 2020, melansir Antara.
 
Dia menerangkan Perbub tersebut mulai berlaku efektif enam bulan setelah diundangkan. Jadi mulai diterapkan pada 6 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi mulai hari ini tarif baru layanan puskesmas sudah mulai berlaku. Tetapi ini untuk pasien non-BPJS," imbuhnya.
 
Joko berharap masyarakat yang akan memeriksa kesehatan dan tidak memiliki BPJS faskes 1 puskesmas bisa menyesuaikan tarif tersebut. Dia mengaku besaran tarif beragam, tergantung pelayanan kesehatan yang didapat.
 
"Seperti rawat jalan umum yang semula Rp5.000 menjadi Rp 23 ribu, kemudian keterangan dokter saat ini dikenakan tarif Rp20 ribu," ujarnya.
 
Kepala Seksi Registrasi dan Mutu Pelayanan Dinkes Sleman Tunggul Birowo mengatakan latar belakang kenaikan tarif puskesmas karena adanya penyesuaian Perbub lama dengan kondisi saat ini. Dia mengaku Perbub 2012 tidak sesuai dengan saat ini.
 
"Sehingga perlu penyesuaian dengan kondisi terkini," kata Tunggul.
 
Tunggul mengatakan beberapa item harga bahan medis habis pakai juga mengalami penyesuaian. Selain itu, sebanyak 25 puskesmas di Sleman juga telah terakreditasi.
 
"Sehingga kualitas layanan diharapkan jadi meningkat," katanya.
 
Tunggul mengatakan Dinkes Sleman masih terbuka perihal masukan tentang tarif yang diatur dalam perbup. Dia mengaku salah satu alasan perubahan tarif agar masyarakat yang belum mengikuti BPJS kesehatan segera mendaftar.
 
"Kalau mereka ikut KIS, pelayanan di puskesmas gratis," terangnya.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif