Cirebon: Jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, meningkat tajam. Per Rabu, 15 April 2020 jumlahnya mencapapi 295 orang.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kabupaten Cirebon Nanang Ruhyana mengatakan padahal, bulan lalu kasus DBD hanya berjumlah 173 orang. Namun meningkat hingga 295 orang bulan ini.
"Jumlah penderita DBD di Kabupaten Cirebon, masih mengalami peningkatan," kata Nanang di Cirebon, Rabu, 15 April 2020.
Walaupun jumlah penderita DBD saat ini mengalami peningkatan, namun menurut Nanang, jumlah tersebut masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah korban meninggal mencapai delapan orang.
"Saat awal Maret, hanya dua orang yang meninggal," ujarnya.
Baca: 266 Orang Meninggal Akibat DBD
Nanang mengungkapkan, angka kematian kasar atau CFR dari penyakit DBD di Kabupaten Cirebon mencapai 2,7 persen. Padahal normalnya, angka CFR ini harus berada di bawah 1 persen.
Sedangkan, untuk wilayah tertinggi penderita DBD berada di tiga desa dengan jumlah 19 kasus. Tiga desa tersebut yaitu Desa Nanggela (Greged), Desa Sindanglaut, dan Desa Babakan.
"Paling tinggi ada 19 kasus. Yaitu di Desa Nanggela (Greged), Desa Sindanglaut, dan Desa Babakan," ujar Nanang.
Ia memastikan upaya penanggulangan dan pencegahan DBD di Kabupaten Cirebon terus dilakukan. Walaupun saat ini Dinkes Kabupaten Cirebon tengah melakukan penangan pandemi covid-19 (korona)
Nanang mengimbau masyarakat tetap wasapada dengan penyakit DBD di tengah pandemi covid-19 saat ini. Sehingga jumlah penderita DBD di Kabupaten Cirebon tidak bertambah.
"Upaya terus kita lakukan. 3 M juga itu penting," tutur Nanang.
Cirebon: Jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, meningkat tajam. Per Rabu, 15 April 2020 jumlahnya mencapapi 295 orang.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kabupaten Cirebon Nanang Ruhyana mengatakan padahal, bulan lalu kasus DBD hanya berjumlah 173 orang. Namun meningkat hingga 295 orang bulan ini.
"Jumlah penderita DBD di Kabupaten Cirebon, masih mengalami peningkatan," kata Nanang di Cirebon, Rabu, 15 April 2020.
Walaupun jumlah penderita DBD saat ini mengalami peningkatan, namun menurut Nanang, jumlah tersebut masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah korban meninggal mencapai delapan orang.
"Saat awal Maret, hanya dua orang yang meninggal," ujarnya.
Baca:
266 Orang Meninggal Akibat DBD
Nanang mengungkapkan, angka kematian kasar atau CFR dari penyakit DBD di Kabupaten Cirebon mencapai 2,7 persen. Padahal normalnya, angka CFR ini harus berada di bawah 1 persen.
Sedangkan, untuk wilayah tertinggi penderita DBD berada di tiga desa dengan jumlah 19 kasus. Tiga desa tersebut yaitu Desa Nanggela (Greged), Desa Sindanglaut, dan Desa Babakan.
"Paling tinggi ada 19 kasus. Yaitu di Desa Nanggela (Greged), Desa Sindanglaut, dan Desa Babakan," ujar Nanang.
Ia memastikan upaya penanggulangan dan pencegahan DBD di Kabupaten Cirebon terus dilakukan. Walaupun saat ini Dinkes Kabupaten Cirebon tengah melakukan penangan pandemi covid-19 (korona)
Nanang mengimbau masyarakat tetap wasapada dengan penyakit DBD di tengah pandemi covid-19 saat ini. Sehingga jumlah penderita DBD di Kabupaten Cirebon tidak bertambah.
"Upaya terus kita lakukan. 3 M juga itu penting," tutur Nanang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WHS)