ilustrasi/Medcom.id
ilustrasi/Medcom.id

Pembukaan Pasar Hewan di Lombok Tengah Masih Dilarang

Antara • 19 Juli 2022 13:10
Lombok: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) belum mengizinkan pembukaan pasar hewan di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Larangan ini lantaran penyakit mulut dan kuku (PMK) masih mewabah.
 
"BNPB selaku Satgas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku belum memberikan izin untuk pembukaan kembali pasar hewan sampai waktu yang belum ditentukan," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Taufikurahman, Selasa, 19 Juli 2022.
 
Ia mengatakan pemerintah daerah telah mengusulkan asesmen untuk pembukaan pasar hewan kepada pemerintah provinsi NTB. Namun, sampai saat ini belum diperbolehkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita tunggu informasi dari pemerintah pusat, kapan boleh dibuka kembali," ucapnya.
 
Ia mengatakan kasus PMK di Lombok Tengah saat ini telah mencapai 25 ribu kasus, namun sebanyak 23 ribu ternak telah sembuh dari wabah PMK tersebut. Dengan kondisi kasus tersebut, beberapa desa di wilayah Lombok Tengah telah bebas dari PMK atau masuk zona hijau.
 
Baca: 1.059 Ternak di Bengkulu Sembuh dari PMK

"Sejumlah desa di Lombok Tengah saat ini masuk zona hijau PMK," ungkap dia.
 
Untuk pelayanan vaksinasi saat ini masih difokuskan di wilayah yang tidak pernah terkena PMK atau ternak yang sehat. Sedangkan untuk ternak yang telah terkena PMK tidak bisa diberikan vaksin.
 
"Vaksin pertama ini untuk ternak yang sehat. Total capaian vaksinasi ternak di Lombok Tengah mencapai 1300 ekor," kata Taufikurahman.
 
Pasar hewan di Lombok Tengah telah ditutup setelah wabah PMK di Lombok Tengah ditemukan, yakni usai Idulfitri. Hal itu dilakukan untuk membatasi arus lalu lintas ternak dalam rangka mencegah penyebaran virus PMK.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif