Sebagian warga yang dirawat di puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Cianjur akibat keracunan makanan nasi kotak. (MI/Kristiadi)
Sebagian warga yang dirawat di puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Cianjur akibat keracunan makanan nasi kotak. (MI/Kristiadi)

Kondisi Warga Keracunan Nasi Bungkus di Sukabumi Membaik

Media Indonesia.com • 31 Juli 2022 15:23
Sukabumi: Kondisi pasien keracunan massal di Desa Purwasedar Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang dirawat di sejumlah fasilitas layanan kesehatan, mulai membaik. Bahkan beberapa di antaranya sudah diperbolehkan pulang.
 
Kasus keracunan massal terjadi pada Jumat, 29 Juli 2022. Kejadiannya seusai mereka menyantap nasi bungkus atau nasi kotak dari warga di Kampung Ciceri Tangkolo Desa Purwasedar yang melaksanakan acara syukuran setelah selesai menunaikan ibadah haji.
 
Humas RSUD Jampangkulon, Lia Desty, mengatakan pada Jumat petang kedatangan pasien rujukan dari Puskesmas Ciracap sebanyak 9 orang. Mereka diduga mengalami keracunan. 
"Kondisi pasien saat datang mengalami muntah-muntah, mencret, serta demam di atas 40 derajat," kata Lia, Minggu, 31 Juli 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tim medis segera memberikan tindakan berupa pemberian cairan infus serta obat-obatan lainnya. Hasil penanganan, kondisi pasien berangsur membaik. 
 
Baca juga: Ratusan Warga Sukabumi Keracunan Nasi Kota Syukuran Kepulangan Haji

"Hingga saat ini ada 7 orang pasien yang rawat inap, 1 orang pasien rawat jalan, dan 1 orang pasien pulang paksa. Kondisi pasien sudah stabil sehingga tak perlu dirujuk ke rumah sakit lainnya," jelas Lia.
 
Kapolsek Ciracap Iptu Tatang Mulyana menjelaskan, setelah mendapatkan informasi adanya warga diduga mengalami keracunan massal, pihaknya segera bergerak ke lokasi dan membantu mengevakuasi korban ke Puskesmas Ciracap. 
 
Tatang juga mengaku sudah mengumpulkan keterangan serta mengamankan sampel makanan yang diduga sumber penyebab keracunan. 
 
"Kami mintai keterangan saksi-saksi serta sampel makanan yang nanti akan diperiksa di laboratorium. Dugaan sementara sumber penyebabnya dari mi yang ada pada nasi bungkus. Tapi kita tunggu hasil pemeriksaan di laboratorium," imbuh dia.
 
(MEL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif