ILustrasi kekerasan seksual terhadap anak. (Medcom.id)
ILustrasi kekerasan seksual terhadap anak. (Medcom.id)

Kakek di Tasikmalaya Perkosa Anak 4 Tahun, Ditangkap

Media Indonesia.com • 21 Januari 2022 08:55
Tasikmalaya: Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya Kota, Jawa Barat, menangkap seorang pria lansia berinisial ENT, 77, warga Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya. ENT diduga telah memperkosa anak berusia 4 tahun pada Sabtu, 15 Januari 2022, pukul 20.00 WIB, di saksikan adik kembar korban.

Founder Yayasan Taman Jingga, Ipa Zumrotul Falihah, mengatakan pihaknya mendapatkan informasi dari warga bahwa anaknya mengeluh sakit saat buang air kecil pada bagian kemaluan dan langsung dibawa ke bidan. Dari hasil pemeriksaan, selaput dari korban robek tetapi hasil dari visum di RSUD dr Soekardjo tidak terjadi robek.

"Korban langsung buka suara mengucapkan ada seorang kakek masuk ke dalam rumah. Pengakuan anak begitu polos dan vulgar, sakit pada area sensitif itu karena kakek telah memaksa memasukkan tangan dan kemaluan," katanya, Kamis, 20 Januari 2022.

Ia mengatakan, kedua anak kembar itu selalu ditinggal di rumah ketika ayahnya bekerja. Sedangkan ibu dari dua anak itu sudah lama pergi dari rumah. Sehingga tidak ada yang mengawasi, dan terjadi pemerkosaan terhadap korban yang disaksikan oleh saudara kembarnya.

Baca: Kuli Bangunan di Tangerang Selatan Cabuli Bocah 4 Tahun

"Kami membantu keluarga korban melaporkan atas kejadian tersebut ke Polres Tasikmalaya Kota, karena perbuatan yang dilakukan pelaku melanggar perlindungan anak di bawah umur," jelasnya.

Sementara itu, Paur Humas Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Jajang Kurniawan, mengatakan pihaknya mendapatkan laporan dari orang tua korban, EM, 40, pada Selasa, 18 Januari 2022, terkait dugaan pencabulan terhadapa anaknya oleh seorang kakek berisinial ENT, 77.

Perbuatan tersebut, terjadi pada malam hari ketika korban tengah tidur bersama saudara kembarnya. Pelaku kala itu memaksa membuka celana korban.

"Kami telah menangkap seorang pelaku dan bersangkutan sudah ditetapkan tersangka tapi untuk sekarang ini proses pemeriksaan masih berjalan," jelasnya. (AD)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(LDS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>