Polresta Bandara Soekarno-Hatta ungkap travel umrah abal. Foto: Medcom.id/Hendrik S
Polresta Bandara Soekarno-Hatta ungkap travel umrah abal. Foto: Medcom.id/Hendrik S

Calon Jemaah Umrah asal Bontang Ditipu Travel Ilegal

Nasional Penipuan Haji dan Umrah
Hendrik Simorangkir • 12 November 2019 19:16
Tangerang: Wanita asal Bontang, Kalimatan Timur, A, 34, ditangkap petugas Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. A telah menipu 45 calon jemaah umrah dengan dijanjikan berangkat ke Makkah.
 
"Alih-alih diberangkatkan ke tanah suci, puluhan calon jemaah umrah dari travel Duta Baitul hanya diinapkan di salah satu hotel di sekitar Bandara Soekarno-Hatta. Padahal masing-masing calon jemaah telah menyerahkan uang sebesar Rp21 juta kepada pelaku," ujar Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta AKBP Arie Ardian, Selasa, 12 November 2019.
 
Arie mengatakan pengungkapan travel umrah diduga ilegal berawal dari laporan jemaah umrah yang terlantar selama delapan hari di sebuah hotel di Rawa Bokor, Kota Tangerang. Puluhan korban diberangkatkan dari Bontang, Kalimantan Timur menuju Jakarta untuk menuju ke Makkah melaksanakan ibadah umrah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di sini mereka diinapkan selama delapan hari setelah itu ternyata mereka tidak berangkatkan oleh pelaku," katanya.
 
Arie menjelaskan pelaku diduga melanggar UU RI No 8 tentang Penyelanggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Pihaknya langsung menyelidiki, dan menemukan perusahaan yang dijalankan pelaku tidak terdaftar sebagai biro perjalanan dan travel.
 
"Pelaku kita tangkap di rumahnya di wilayah Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan. Dan berkas akan dikirim ke kejaksaan. Ancaman pidananya 6 tahun penjara," jelasnya.
 
Dia menuturkan para calon jemaah umrah sudah membayar lunas kepada pelaku senilai Rp20-21 juta. Metode pembayarannya dilakukan dengan cara transfer dan cash.
 
"Lama mencari calon jemaahnya enam bulan dan proses pencariannya melalui pengajian. Jadi dari mulut ke mulut, tersangka memberikan informasi bisa memberangkatkan umrah. Padahal belum punya izin," jelasnya.
 
Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Arfi Hatim, menjelaskan persoalan haji dan umrah cukup kompleks dan ada banyak modus penipuan. Di antaranya investasi, sistem pembayaran dan pemasaran, harga tidak rasional, dan penyelenggara umrah tidak memiliki izin.
 
"Dalam kasus ini, mereka tidak punya izin dari Kemenag. Artinya, ini perusahaan ilegal. Dengan tindakan hukum ini, diharapkan bisa memberikan efek jera bagi pihak yang tidak punya kewenangan ibadah umrah," katanya.
 
Arfi mengimbau warga untuk waspada, selektif, dan kritis dalam mencari perusahaan umrah. Untuk mengetahui perusahaan itu terdaftar atau tidak bisa dicek di aplikasi Umrah Cerdas.
 
"Kami punya aplikasi Umrah Cerdas dan bisa di-download di situ. Bisa dicari perusahaan umrah yang punya legalitas dan izin dari Kemenag. Jemaah wajib tahu," jelasnya.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif