Sunda Empire. Dok: Facebook
Sunda Empire. Dok: Facebook

Sunda Empire Klaim Punya 54 Negara

Nasional keraton
P Aditya Prakasa • 17 Januari 2020 14:43
Bandung: Sunda Empire-Earthe Empire mengklaim memiliki anggota sebanyak 54 negara. Kelompok ini juga menyebut pada Agustus 2020 mendatang negara-negara tersebut diwajibkan melakukan daftar ulang.
 
Hal itu disebutkan salah seorang pria yang diduga sebagai pemimpin Sunda Empire dalam video yang diunggah dalam Youtube. Bahkan, ke-54 negara tersebut wajib melunasi utang kepada Bank Dunia.
 
"Teritorial dalam nusantara ini di dalamnya Indonesia dan di dalamnya ada Bandung sebagai korps diplomatik dunia bahwa pada saatnya pada 15 Agustus 2020 seluruh negara harus mendaftar ulang atas juga penyelesaian atas utang-utang khususnya di Bank Dunia," ujar salah seorang pria yang diduga pemimpin organisasi dalam video tentang Sunda Empire di salah satu akun Youtube, Yowana Tivi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Video tentang Sunda Empire sempat beredar di media sosial Youtube yang diunggah oleh Alliance Press International dan media sosial lainnya. Saat dicek kembali akun Alliance Press International tersebut video-video yang diunggah telah dihapus.
 
Dalam sejumlah video tentang Sunda Empire seperti di akun Yowana Tivi, terdapat belasan orang yang memakai atribut seragam berwarna biru tua dengan menggunakan baret biru. Salah seorang yang diduga menjadi pimpinan tengah berorasi dihadapan anggotanya.
 
"Artinya state Amerika dibawah kingdom, artinya koloni Brunei dibawah state, artinya republik dibawah koloni. Itu harus disadari dunia bahwa negara itu tidak selevel. Kalau Republik 5 tahun sekali pemilu kalau koloni 15 tahun laporan pertanggungjawaban kalau state 30 tahun. Kalau empire sampai dunia kiamat," ujarnya.
 
Sementara itu, Wali Kota Bandung, Oded M Danial meminta agar tidak muncul kegaduhan dengan adanya organisasi tersebut. Dia mengajak seluruh masyarakat untuk membangun Bandung sebagai rumah bersama dan memelihara bersama.
 
"Ya gini, kalau ada dinamika sosial budaya seperti itu, bagi saya sebagai kepala daerah yang terpenting siapapun, saya berharap jangan membuat kegaduhanlah," kata Oded di Markas Polrestabes Bandung, Jumat 17 Januari 2020.
 
Oded mengatakan, masih menelusuri keberadaan organisasi tersebut dan mengecek apakah terdaftar di Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung. Sehingga, ke depan status organisasi Kekaisaran Sunda akan menunggu perkembangan.
 
"Nanti Kesbangpol yang akan menelusuri itu," ucap Oded.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif