Palu: Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) menelusuri penyebab terjadinya banjir bandang di Desa Torue, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, untuk memastikan apakah ada atau tidaknya kerusakan lingkungan di bagian hulu.
"Gubernur ingin mengetahui penyebabnya, apakah memang itu karena faktor alam, atau ada kerusakan lingkungan," ucap Gubernur Sulteng Rusdy Mastura saat dihubungi dari Palu, Sabtu, 30 Juli 2022.
Banjir bandang disertai material lumpur, kayu dan batu, menerjang permukiman warga di Desa Torue pada Kamis malam, 28 Juli. Tiga dusun meliputi dusun 2, 3 dan 5 menjadi wilayah terdampak paling parah atas bencana alam itu.
Bencana itu membuat 357 keluarga terpaksa harus mengungsi ke wilayah yang lebih aman. Pengungsi di lokasi pengungsian sangat membutuhkan bantuan logistik. Selain terdapat tiga orang warga meninggal dunia dan empat orang hilang karena bencana tersebut.
Gubernur Rusdy Mastura memerintahkan OPD meliputi BPBD, Dinas Sosial, serta dinas terkait lainnya untuk segera melakukan penanganan jangka pendek demi membantu masyarakat, sekaligus mencegah terjadinya banjir susulan.
Di samping itu, Gubernur Sulteng juga memerintahkan OPD terkait agar melakukan penelitian terkait dengan penyebab banjir bandang tersebut.
"Karena hal ini berkaitan dengan masalah lingkungan, sehingga Gubernur Rusdy Mastura akan melakukan evaluasi secara menyeluruh," kata dia.
Tidak hanya itu, ujar dia, Gubernur Sulteng juga akan mengupayakan memberikan santunan duka serta bantuan perbaikan hunian warga yang rusak karena terdampak banjir bandang.
Ia menambahkan, mengenai upaya pengurangan risiko bencana telah menjadi komitmen Gubernur Sulteng Rusdy Mastura seiring dengan rentannya daerah ini terhadap bencana alam banjir bandang, longsor, air pasang, gempa dan sebagainya.
Palu: Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) menelusuri penyebab terjadinya
banjir bandang di Desa Torue, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, untuk memastikan apakah ada atau tidaknya kerusakan lingkungan di bagian hulu.
"Gubernur ingin mengetahui penyebabnya, apakah memang itu karena faktor alam, atau ada kerusakan lingkungan," ucap
Gubernur Sulteng Rusdy Mastura saat dihubungi dari Palu, Sabtu, 30 Juli 2022.
Banjir bandang disertai material lumpur, kayu dan batu, menerjang permukiman warga di Desa Torue pada Kamis malam, 28 Juli. Tiga dusun meliputi dusun 2, 3 dan 5 menjadi wilayah terdampak paling parah atas bencana alam itu.
Bencana itu membuat 357 keluarga terpaksa harus mengungsi ke wilayah yang lebih aman. Pengungsi di lokasi pengungsian sangat membutuhkan
bantuan logistik. Selain terdapat tiga orang warga meninggal dunia dan empat orang hilang karena bencana tersebut.
Gubernur Rusdy Mastura memerintahkan OPD meliputi BPBD, Dinas Sosial, serta dinas terkait lainnya untuk segera melakukan penanganan jangka pendek demi membantu masyarakat, sekaligus mencegah terjadinya banjir susulan.
Di samping itu, Gubernur Sulteng juga memerintahkan OPD terkait agar melakukan penelitian terkait dengan penyebab banjir bandang tersebut.
"Karena hal ini berkaitan dengan masalah lingkungan, sehingga Gubernur Rusdy Mastura akan melakukan evaluasi secara menyeluruh," kata dia.
Tidak hanya itu, ujar dia, Gubernur Sulteng juga akan mengupayakan memberikan santunan duka serta bantuan perbaikan hunian warga yang rusak karena terdampak banjir bandang.
Ia menambahkan, mengenai upaya pengurangan risiko bencana telah menjadi komitmen Gubernur Sulteng Rusdy Mastura seiring dengan rentannya daerah ini terhadap bencana alam banjir bandang, longsor, air pasang, gempa dan sebagainya.
(WHS)