Kompleks huntap di Alue Papeun, Aceh Utara. dok. Satgas PRR.
Kompleks huntap di Alue Papeun, Aceh Utara. dok. Satgas PRR.

Pemkab Aceh Utara Kebut Akses Jalan dan Drainase untuk Lengkapi Kawasan Huntap Alue Papeun

Arif Wicaksono • 03 November 2026 17:02
Ringkasnya gini..
  • emerintah Kabupaten Aceh Utara, Aceh, mempercepat pembangunan jalan dan drainase di kawasan hunian tetap (huntap) Alue Papeun, Kecamatan Tanah Jambo Aye.
  • Penanganan ini melengkapi kawasan 130 huntap bagi masyarakat terdampak bencana agar akses dan saluran pembuangan air tersedia secara memadai.
Jakarta: Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Aceh, mempercepat pembangunan jalan dan drainase di kawasan hunian tetap (huntap) Alue Papeun, Kecamatan Tanah Jambo Aye. Penanganan ini melengkapi kawasan 130 huntap bagi masyarakat terdampak bencana agar akses dan saluran pembuangan air tersedia secara memadai.
 
Pekerjaan jalan dan drainase sepanjang 369 meter didukung Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, senilai Rp1,12 miliar. Pembangunan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Aceh Utara Muhammad menjelaskan pembangunan rumah di kawasan tersebut ditangani Yayasan Buddha Tzu Chi. Dukungan pemerintah daerah difokuskan pada penyediaan infrastruktur penunjang agar kawasan hunian dapat berfungsi lebih baik.

Sebanyak 130 huntap dibangun dalam dua tahap, masing-masing 80 unit dan 50 unit, di atas lahan milik Pemkab Aceh Utara seluas 1,5 hektare. Kolaborasi penyediaan rumah, lahan, dan infrastruktur lingkungan menjadi bagian dari upaya mengembalikan kepastian tempat tinggal bagi warga yang kehilangan rumah.

Manfaat hunian mulai dirasakan Sulaiman, warga asal Gampong Meunasah Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye. Sejak Agustus 2026, ia telah menempati huntap Alue Papeun setelah rumah sebelumnya hancur akibat bencana hidrometeorologi pada November 2025.

“Jujur alhamdulillah sekali tinggal di huntap. Lebih aman dan tenang. Tapi memang jalan dan drainase belum ada,” kata Sulaiman.

Menurut Sulaiman, posisi rumah yang lebih tinggi dari permukaan tanah dan lokasi yang lebih jauh dari sungai membuatnya merasa lebih terlindungi. Di tengah kenyamanan tersebut, penyelesaian jalan dan drainase masih dinantikan untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

Kebutuhan penghuni itu menjadi perhatian Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera. 

Wakil Kepala Perencanaan, Pengendalian, Analisis, dan Evaluasi Satgas PRR Imran mendorong Pemkab Aceh Utara mempercepat pembangunan infrastruktur penunjang agar warga tidak terkendala akses maupun pembuangan air di lingkungan hunian.

Penyelesaian kawasan Alue Papeun merupakan bagian dari pekerjaan pemulihan perumahan yang lebih luas di Aceh Utara. Muhammad menyebut kebutuhan huntap di kabupaten tersebut mencapai ribuan unit dengan beragam skema penanganan.

“Ada yang eks situ mandiri, ada yang in situ mandiri, ada yang huntap relokasi,” kata Muhammad.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>