Ilustrasi pernikahan. Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi pernikahan. Medcom.id/M Rizal

Trenggalek Izinkan Pesta Pernikahan dengan Protokol Kesehatan

Nasional Pernikahan Virus Korona New Normal
Antara • 01 Juli 2020 03:18
Trenggalek: Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengizinkan hajatan pernikahan di masa adaptasi kenormalan baru. Namun, pesta pernikahan wajib mengikuti prosedur yang telah ditetapkan dan taat protokol kesehatan.
 
"Ini akan menjadi awal penting untuk memasuki era yang baru di era normal baru," kata Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin di Trenggalek, Jawa Timur, Selasa, 30 Juni 2020.
 
Keputusan itu sendiri merupakan tindak lanjut dari keluh kesah para pekerja seni di Trenggalek yang bisa berkarya di era normal baru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebagai patokan seperti apa hajatan pernikahan yang diperbolehkan, Pemerintah Kabupaten Trenggalek bersama paguyuban pekerja seni di daerah itu telah menggelar miniatur acara pernikahan di Pendopo Manggala Praja Nugraha.
 
Miniatur hajatan ini diabadikan dalam visual video guna menjadi patokan bagi para pelaku usaha di sektor pesta pernikahan dan masyarakat. Terutama soal prosedur hajatan yang diperbolehkan dan aman digelar.
 
"Tolong sebarkan kepada keluarga bila ingin menggelar hajatan untuk mengikuti protap ini," ucap Arifin, menitip pesan untuk masyarakat.
 
Selama pandemi covid-19, kegiatan hajatan wajib menggunakan vendor lokal karena di Trenggalek tidak ada transmisi (penularan) lokal. Sesuai dengan kesepakatan, tamu di dalam ruang tidak boleh lebih dari 30 orang, sementara di luar ruang tidak boleh melebihi 50 orang.
 
Katering juga harus bisa menyiapkan konsumsi langsung bawa (take away). Tamu dari luar Trenggalek, katanya, dipastikan berbekal surat keterangan sehat. Minimal hasil tes cepat dan diarahkan ke titik pemeriksaan terlebih dahulu.
 
"Hajatan pernikahan juga harus melibatkan tiga pilar di desa dan persetujuan kepala desa. Sehingga hajatan tersebut bisa terjadwal dengan baik. Bila itu dipatuhi semua maka hajatan ini boleh digelar," katanya.
 
Dikatakan, sudah ada klaster hajatan di daerah lain. Karena itu, Arifin ingin semua warga dan pengusaha sektor terkait patuh prosedur ini.
 

(SUR)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif