Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kabupaten Lebak H Baban Bahtiar. ANTARA/Dokumen
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kabupaten Lebak H Baban Bahtiar. ANTARA/Dokumen

Kemenag Lebak Optimalkan Tenaga Penyuluh Cegah Ajaran Sesat

Antara • 16 Maret 2021 08:50
Lebak: Kementerian Agama Kabupaten Lebak, Banten, mengoptimalkan tenaga penyuluh agama untuk mencegah paham ajaran sesat yang mengakibatkan kerusakan tauhid dan moral masyarakat.
 
"Kita sejauh ini belum menemukan adanya ajaran sesat, seperti yang terjadi di Pandeglang dengan berkembang ajaran hakekok balakasuta," kata Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kabupaten Lebak, H Baban Bahtiar, di Lebak, Selasa, 16 Maret 2021.
 
Kemenag Lebak hingga kini mengoptimalkan tenaga penyuluh agama honorer (PAH) sebanyak  224 orang tersebar di 28 kecamatan. Pada setiap kecamatan ditugaskan delapan orang ditambah tenaga penyuluh fungsional 15 orang berstatus pegawai negeri sipil (PNS).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para tenaga penyuluh agama akan melakukan pembinaan dan penyuluhan setiap saat kepada masyarakat melalui majelis taklim, masjid, pengajian serta peringatan keagamaan dan hari raya.
 
"Pembinaan dan penyuluhan itu dapat melaksanakan kewajiban ajaran Islam yang benar berdasarkan alquran dan hadis," terangnya.
 
Selain itu, penyulih agama juga diminta menyampaikan program-program pemerintah dan toleransi antarumat beragama agar terwujud kedamaian dan toleransi di tengah keanekaragaman perbedaan suku, agama, budaya, dan bahasa.
 
"Kami hingga kini belum menemukan ajaran sesat, karena para penyuluh secara maksimal melakukan bimbingan kepada masyarakat," ujar Baban.
 
Menurut dia, penyebab berkembangnya ajaran sesat itu karena berbagai faktor antara lain kemiskinan, minimnya pendidikan, dan lokasi di daerah terisolasi.
 
Saat ini, lanjut dia, Kabupaten Lebak masuk daerah rawan penyebaran aliran sesat dan pada empat tahun lalu terdapat paham Gafatar. Namun, pihaknya saat ini sudah tidak ditemukan aliran sesat tersebut setelah optimalnya penyuluhan itu.
 
"Kami bersama Bakor-pakem, MUI dan FKUB selalu berkoordinasi guna mencegah ajaran sesat," imbuh dia.
 
Sementara itu, Wakil Ketua FKUB Kabupaten Lebak KH Akhmad Khudori menyebut hingga kini kehidupan masyarakat berjalan baik dengan saling toleransi dan menghormati di tengah perbedaan keyakinan.
 
Bahkan, FKUB setiap bulan menggelar pertemuan guna menyinergikan hubungan baik juga komunikasi sehingga tidak ditemukan ajaran sesat.
 
"Kami yakin masyarakat Lebak yang religius itu dipastikan tidak ada aliran sesat," jelasnya.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif