Para peserta dan mentor Akademi Paradigta di Kubu Raya, Kalimantan Barat memiliki perjuangan tersendiri untuk mencapai akademi tersebut. (Foto: Dok. Kemendes PDTT)
Para peserta dan mentor Akademi Paradigta di Kubu Raya, Kalimantan Barat memiliki perjuangan tersendiri untuk mencapai akademi tersebut. (Foto: Dok. Kemendes PDTT)

Kegigihan Peserta Akademi Paradigta dalam Memajukan Perempuan Desa

Nasional Berita Kemendes PDTT
Gervin Nathaniel Purba • 26 April 2019 12:24
Kubu Raya: Para peserta dan mentor Akademi Paradigta di Kubu Raya, Kalimantan Barat memiliki perjuangan tersendiri untuk mencapai akademi tersebut. Beberapa dari mereka ada yang harus menggunakan perahu kayu bermesin untuk tiba di akademi.
 
Akademi Paradigta merupakan tempat pelatihan kepemimpinan perempuan di tingkat desa, dan bagaimana peran perempuan bisa ditingkatkan. Dalam Akademi Paradigta, para peserta diberikan pelatihan selama satu tahun. Mulai dari pemberian materi advokasi/ paralegal, belajar APBDes, Musdes, hingga tugas akhir dan wisuda.
 
Salah satu mentor, Yunida, menceritakan dirinya setiap dua kali dalam seminggu mengajar untuk para perempuan desa di Akademi Paradigta. Dia selalu berangkat bersama rekannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yunida bergabung menjadi mentor atau fasilitator Akademi Paradigta pada 2016. Sebelum bergabung, awalnya dia merasa tidak yakin untuk diterima menjadi mentor atau fasilitator. Sebab, dia hanya memiliki ijazah SMA. Sedangkan para peserta di akademi paragdita memiliki jenjang pendidikannya beragam dari SMP hingga sarjana.
 
"Namun, saya tidak putus semangat meski hanya lulusan SMA. Saya sempat mengikuti pelatihan di Jakarta dan harus mempelajari 10 modul selama seminggu," kata Yunida, dikutip siaran pers Kemendes PDTT, Jumat, 26 April 2019.
 
Selama menjadi mentor atau fasilitator, berbagai tantangan harus dihadapi. Salah satunya, Yunida harus berjuang untuk mengajar ke tempat yang jauh dari rumahnya hingga memakan waktu sekitar tiga jam menggunakan motor.
 
"Saya berangkat dari rumah menggunakan motor. Karena akses ke tempat latihannya harus menyeberang sungai, maka motor saya dinaikkan ke atas perahu. Selama pakai motor, kadang hujan angin dan jalan pun kurang bagus. Meskipun begitu, saya harus tetap semangat pergi mengajar karena ingin perempuan desa bisa lebih maju," kata Yunida saat ditemui di kelas belajar Akademi Paradigta di Dusun Kampung Baru, Desa Sungai Ambangah, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, belum lama ini.
 
Perjuangan Yunida tidak sia-sia. Sebab, para peserta di akademi turut bersemangat belajar dan memiliki keinginan yang kuat dalam memajukan desanya. Salah satu peserta yakni Srimawarni, merupakan seorang kader penyuluh KB yang menjadi peserta atas rekomendasi dari Kepala Desa.
 
Srimawarni merasa bersyukur dengan adanya Akademi Paradigta ini karena membangkitkan kaum perempuan di desa untuk maju dalam berpikir dan berani dalam menyerukan pendapatnya, sehingga bisa mengabdi dan memajukan desanya sendiri.
 
"Dengan belajar di Akademi Paradigta ini, kami para perempuan bisa melibatkan diri dalam pembangunan desa, sehingga perempuan di desa tidak tertinggal lagi. Seorang perempuan desa jadi tahu tentang Permendes dan APBDes dan tahu fungsinya untuk apa. Jadi kami lebih berani mengungkapkan pendapat dan keinginan kita," kata Srimawarni.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA18:59

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif