Teheran: Iran mengeksekusi mati jurnalis anti pemerintah, Ruhollah Zam pada Sabtu, 12 Desember 2020. Pria 47 tahun itu digantung pada Sabtu pagi waktu setempat.
"Pengadilan Iran telah melakukan eksekusi gantung terhadap Ruhollah Zam pada Sabtu pagi," demikian lapor kantor berita Iran, IRNA.
Laman AFP, Minggu, 13 Desember 2020 melaporkan, mantan tokoh oposisi itu dituduh memprovokasi kekerasan dalam aksi protes anti-pemerintah pada 2017. Ia juga sempat mengasingkan diri di Prancis.
Zam ditangkap pada Oktober 2019 setelah mengasingkan diri selama bertahun-tahun. Dia ditangkap dalam sebuah operasi intelijen.
Meski demikian, penangkapan Zam tidak jelas. Ia tidak mengetahui bagaimana bisa kembali ke Iran dan ditahan oleh pejabat intelijen.
Zam merupakan putra ulama reformis Mohammad Ali Zam. Ia dihukum karena 'korupsi di bumi', salah satu pelanggaran paling serius di negara itu, pada awal tahun ini.
Namun, organisasi hak asasi manusia, Amnesty International mengatakan ia telah menjadi korban pengadilan tidak adil yang mengandalkan pengakuan paksa.
Dalam sebuah wawancara pada Juli, Zam mengaku telah kehilangan sekitar 30 kilogram berat badannya sejak dia ditangkap.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan