Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh diselimuti dengan badai pasir. Foto: AFP
Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh diselimuti dengan badai pasir. Foto: AFP

Badai Pasir Selimuti Ibu Kota Arab Saudi

Fajar Nugraha • 17 Mei 2022 17:59
Riyadh: Badai pasir melanda ibu kota Arab Saudi dan wilayah lain di kerajaan gurun itu pada Selasa 17 Mei 2022. Badai ini menghambat jarak pandang dan memperlambat lalu lintas jalan.
 
Kabut abu-abu tebal membuat gedung-gedung ikonik Riyadh seperti hampir mustahil untuk dilihat dari jarak lebih dari beberapa ratus meter. Meskipun tidak ada penundaan atau pembatalan penerbangan yang diumumkan.
 
“Pusat meteorologi kerajaan memperkirakan angin berdebu permukaan di timur negara itu dan di Riyadh, mengurangi pandangan horizontal,” menurut Saudi Press Agency.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kondisi berdebu juga diperkirakan lebih jauh ke barat di kota-kota suci Mekkah dan Madinah.
 
Tanda-tanda elektronik di sepanjang jalan raya Riyadh memperingatkan pengemudi untuk mengurangi kecepatan mereka karena jarak pandang yang lebih rendah.
 
Di pusat kota Riyadh, mobil dan bangunan berlapis pasir, dan penduduk berjuang untuk menjauhkannya dari rumah mereka.
 
"Bekerja di luar sangat sulit karena tanahnya kotor," kata seorang pekerja konstruksi Pakistan yang bernama Kalimullah kepada AFP saat dia memasang ubin.
 
"Saya mencoba mencuci muka dari waktu ke waktu," tambah pria berusia 30 tahun itu, melilitkan selembar kain di wajahnya untuk menutupi pasir.
 
Pekerja kantor dia Arab Saudi Abdullah Al-Otaibi mengatakan, dia bersyukur dia bekerja di dalam ruangan.
 
"Badai debu adalah bagian dari budaya kami dan kami sudah terbiasa. Tetapi beberapa di antaranya parah," kata Al-Otaibi, 39, menggosok matanya saat dia bergegas ke gedung kantornya.
 
Sebagian wilayah Arab Saudi biasanya mengalami badai pasir antara Maret dan Mei, dengan intensitas yang bervariasi. Frekuensi badai telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir di wilayah tersebut.
 
Negara tetangganya, Irak telah mengalami delapan badai pasir sejak pertengahan April. Ini merupakan sebuah fenomena yang dipicu oleh degradasi tanah, kekeringan hebat dan curah hujan rendah terkait dengan perubahan iklim.
 
Di Iran pada Selasa menutup kantor-kantor pemerintah dan sekolah-sekolah dan universitas-universitas ditutup di banyak provinsi karena "cuaca yang tidak sehat" dan badai pasir.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif