Barcelona: Asosiasi perusahaan angkutan mengatakan Uber dan Cabify telah menghentikan layanan di Barcelona, Spanyol pada Rabu, 25 Juli 2018. Hal itu terjadi akibat penyerangan yang dilakukan pengemudi taksi.
"Prioritas kami adalah bahwa pengemudi dan pelancong seaman mungkin dan saat ini kota Barcelona tidak dapat menawarkan keamanan itu," kata Eduardo Martin, presiden Unauto VTC kepada AFP, Kamis, 26 Juli 2018.
"Mengingat sifat serangan yang kami derita dalam beberapa jam terakhir, hal yang paling bijaksana untuk dilakukan adalah berhenti menawarkan layanan kami," ucap dia.
Sebelumnya, ratusan pengemudi taksi melakukan protes di pusat kota tepi laut Mediterania. Mereka menyalakan petasan saat aksi protes tersebut.
Menurut seorang juru bicara polisi, beberapa kali batu dilemparkan ke arah sopir Uber. Martin mengatakan setidaknya dua pengemudi telah dibawa ke rumah sakit.
Seperti diketahui, taksi melakukan pemogokan 48 jam setelah pemerintah Spanyol mengajukan banding atas keputusan yang disetujui oleh pihak berwenang Barcelona yang membatasi jumlah lisensi VTC yang diberikan kepada pengemudi non-taksi profesional.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan