medcom.id, Madrid: Pemimpin Catalan, kawasan otonom Spanyol, menyebut referendum kemerdekaan yang dijadwalkan 9 November dibatalkan karena kurang mendapat dukungan legal. Demikian dilaporkan surat kabar El Pais, Senin (13/10/2014).
Artur Mas, pria yang telah bertemu dengan sejumlah grup nasionalis Catalan, sempat mengaku masih mempunyai cara lain untuk melepaskan diri dari Spanyol.
"Kami mempunyai instrumen ketiga, yang tidak ingin kami gunakan hari ini," tutur Mas pada New York Times sepekan lalu.
"Rencana ini hanya bisa dilakukan jika ada konsensus di antara formasi politik yang pro kemerdekaan. Saat ini belum ada ada," tambah dia, seperti dikutip Xinhua.
Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi Spanyol melarang segala bentuk aktivitas terkait referendum kemerdekaan. Ini merupakan respon terhadap pemerintah Spanyol yang menyebut referendum Catalan inkonstitusional.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan