Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah operator energi memperingatkan bahwa kombinasi cuaca panas, lonjakan penggunaan listrik, dan tekanan terhadap infrastruktur dapat meningkatkan risiko gangguan jaringan hingga pemadaman listrik atau blackout di beberapa wilayah.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa dampak perubahan iklim tidak hanya dirasakan melalui suhu yang semakin tinggi, tetapi juga dapat memengaruhi sistem energi yang menopang aktivitas sehari-hari.
Jaringan listrik mulai kewalahan
Melansir Anadolu Agency, Rabu, 24 Juni 2026, distributor energi Prancis, Enedis, memperingatkan pada hari Senin bahwa suhu di bawah tanah dapat mencapai hingga 80C (176F), berpotensi melemahkan sebagian jaringan listrik bawah tanah, menurut Franceinfo.Imbas kondisi itu, Direktur Teknis Enedis, Herve Champenois memperingatkan tentang adanya kemungkinan kegagalan jaringan, gangguan, hinggapemadaman listrik di bagian-bagian tertentu dari jaringan listrik.
Proyeksi Enedis memperkirakan akan ada gangguan dalam beberapa hari mendatang, meskipun jalur cadangan dilaporkan ada.
| Baca juga: Kenapa Ada Pemadaman Bergilir? Ini Penjelasan PLN |
Gelombang panas paksa reaktor nuklir berhenti beroperasi
Sementara itu, raksasa listrik negara itu, EDF, menghentikan sebuah reaktor di pembangkit listrik tenaga nuklir Golfech pada Senin malam agar tidak melebihi ambang batas pemanasan Sungai Garonne, yang ditetapkan pada 28C (82,4F).Juru bicara pabrik menjelaskan bahwa pembangkit nuklir Golfech, yang terletak di barat daya Prancis, ditutup sesaat sebelum tengah malam karena kendala lingkungan yang terkait dengan gelombang panas.
EDF juga memperkirakan bahwa gelombang panas berdampak sekitar 0,3 persen pada produksi nuklir tahunan.
Permintaan pendingin ruangan dan harga listrik meningkat
Beberapa kota di Italia, termasuk Milan, Bergamo, dan Turin, baru-baru ini mengalami pemadaman listrik sementara yang disebabkan oleh peningkatan permintaan listrik karena penggunaan pendingin ruangan dan tekanan yang ditimbulkan suhu tinggi pada infrastruktur di tengah gelombang panas yang hebat, lapor Sky Tg24 pada hari Senin.
Meningkatnya permintaan listrik karena suhu tinggi juga memengaruhi harga listrik. Menurut harian La Vanguardia, operator pasar listrik Spanyol, OMIE, mengatakan bahwa harga listrik di pasar grosir rata-rata melebihi €100 (USD114) per megawatt jam pada hari Selasa untuk pertama kalinya sejak Maret,
OMIE mencatat bahwa harga rata-rata mencapai €112 (USD127), bertepatan dengan gelombang panas besar pertama musim panas ini.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda