Pemandangan seperti itu bukan hal aneh di Estonia. Setiap musim panas, kebun rumah, garasi, bahkan jendela kamar tidur di sejumlah wilayah negara tersebut bisa berubah menjadi kafe sementara yang terbuka untuk siapa saja.
Merangkum artikel BBC, Kamis, 3 September 2026, tradisi ini dikenal sebagai hari kafe rumahan atau Kodukohvikute Päev. Warga membuka ruang pribadi mereka dan menyajikan makanan serta minuman kepada pengunjung selama satu hari.
Bagi wisatawan, tradisi ini menawarkan pengalaman yang berbeda. Mereka bukan sekadar datang ke restoran, tetapi bisa melihat lebih dekat kehidupan sehari-hari masyarakat Estonia.
Halaman Rumah Disulap Jadi Kafe
Salah satu warga yang mengikuti tradisi tersebut adalah Heiki Kalvik. Tinggal di pinggiran Kehra, sekitar 45 menit perjalanan ke arah timur dari Tallinn, Kalvik setiap musim panas mengubah halaman belakang rumahnya menjadi kafe pop-up.Di bawah tenda besar, pengunjung bisa menikmati makanan sambil melihat kebun yang dipenuhi mentimun, stroberi, bawang putih, dan zukini. Sebuah pohon apel menaungi meja yang dipenuhi roti gandum hitam, acar buatan sendiri, serta panci berisi seljanka.
Sup khas tersebut berbahan dasar tomat dengan ham dan sosis asap, lalu dimasak perlahan sebelum disajikan kepada pengunjung.
"Saya orang yang sangat supel dan suka memasak. Saya senang menjadi tuan rumah dan bangga dengan area luar ruangan kami," ujar Kalvik saat sekelompok pengunjung lain tiba.
Kalvik merupakan salah satu dari belasan warga yang ikut dalam Kodukohvikute Päev di Kehra.
Pada acara tersebut, penduduk mengubah kebun, halaman, hingga garasi pribadi menjadi tempat makan sementara selama satu hari pada Juli.
Di lokasi lain, Karolin Vahtre memanfaatkan garasi di belakang blok apartemen era Soviet sebagai kafe sederhana. Menu yang disajikan cukup beragam, mulai dari sushi roll tempura, quiche jamur chanterelle, kue cokelat, hingga kentang goreng.