London: Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson memperingatkan, “gelombang pasang” infeksi dari varian Omicron dari covid-19. Johnson mengumumkan, peningkatan besar dalam vaksinasi booster guna melawan varian tersebut.
Dilansir dari ABC News, Senin, 13 Desember 2021, Johnson mengatakan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi, setiap warga berusia 18 tahun ke atas akan ditawari suntikan vaksin ketiga pada akhir Desember ini. Langkah tersebut sebagai tanggapan atas ‘darurat’ Omicron.
Sebelumnya, pejabat berusia 57 tahun tersebut menargetkan ini pada akhir Januari. Ia mengatakan, kasus varian yang sangat menular berlipat ganda setiap dua hingga tiga hari di Inggris, dan “ada gelombang pasang omicron yang datang”.
“Saya khawatir sekarang jelas bahwa dua dosis vaksin tidak cukup untuk memberikan tingkat perlindungan yang kita semua butuhkan,” kata Johnson.
“Tetapi kabar baiknya adalah para ilmuwan kami yakin bahwa dengan dosis ketiga (dosis booster) kita semua dapat meningkatkan tingkat perlindungan kita kembali,” tambahnya.
The Independent melaporkan, situs web National Health Service (NHS) Inggris mogok, saat para warga bergegas memesan dosis booster setelah pengumuman perdana menteri tersebut. Johnson mengatakan, target 31 Desember berlaku untuk Inggris.
Bagian lain dari Inggris, seperti Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara diketahui juga diharapkan untuk mempercepat kampanye vaksinasi mereka. Pusat vaksinasi pop-up dan dukungan ekstra dari tim perencana militer, serta ribuan sukarelawan vaksinator akan diorganisir untuk membantu mempercepat peluncuran.
Dosis ketiga pun terbukti lebih efektif. Pemerintah Australia mengumumkan pada Minggu, warganya akan dapat menerima suntikan booster Moderna atau Pfizer lima bulan setelah vaksinasi kedua mereka, bukan enam.
Keputusan tersebut dibuat setelah data laboratorium baru dan evaluasi peluncuran booster di luar negeri menunjukkan, kekebalan terhadap Omicron mulai menurun lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.
Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mengatakan, vaksin yang ada tampaknya kurang efektif dalam mencegah infeksi simtomatik pada orang yang terpapar Omicron. Meskipun data awal menunjukkan, efektivitas tampaknya meningkat antara 70 persen dan 75 persen setelah dosis vaksin ketiga.
Terdapat lebih dari 80 persen orang berusia 12 tahun ke atas di Inggris dilaporkan telah menerima dua dosis vaksin, dan 40 persen orang dewasa telah mendapat tiga dosis.
Pencapaian target booster dalam tiga minggu ke depan akan menjadi tantangan besar. Pemerintah Inggris diketahui membutuhkan hampir 1 juta dosis per hari untuk disampaikan.
Johnson mengakui, terdapat banyak prosedur medis rutin harus ditunda untuk mencapai tujuan. Inggris pun menaikkan tingkat ancaman covid-19.
Pengumuman Johnson datang beberapa jam setelah pemerintah menaikkan tingkat ancaman virus korona. Dia memperingatkan penyebaran cepat varian Omicron telah mendorong Inggris ke wilayah berisiko.
Kepala petugas medis Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara mengatakan, jenis baru yang sangat menular itu “menambahkan risiko tambahan dan meningkat pesat pada layanan publik dan perawatan kesehatan” pada saat covid-19 sudah menyebar luas.
Mereka pun merekomendasikan untuk menaikkan tingkat kewaspadaan dari tiga menjadi empat pada skala lima poin. Tingkat atas, lima, menunjukkan, pihak berwenang berpikir sistem perawatan kesehatan akan kewalahan.
Para dokter mengatakan, bukti awal menunjukkan Omicron menyebar jauh lebih cepat daripada varian Delta yang dominan saat ini. Pejabat Inggris menyatakan, Omicron kemungkinan akan menggantikan Delta sebagai varian dominan di Inggris dalam beberapa hari.
“Data tingkat keparahan akan menjadi lebih jelas selama beberapa minggu mendatang, namun rawat inap dari Omicron sudah terjadi, dan ini kemungkinan akan meningkat dengan cepat,” ucap mereka.
Kekhawatiran terkait varian baru disebut membuat pemerintah Konservatif Johnson memperkenalkan kembali pembatasan yang dicabut hampir enam bulan lalu.
Masker harus dipakai di sebagian besar pengaturan dalam ruangan, sertifikat covid-19 harus ditunjukkan untuk memasuki klub malam. Selain itu, para warga didesak untuk bekerja dari rumah jika memungkinkan.
Namun, para ilmuwan mengatakan, kebijakan tersebut tidak mungkin cukup. Mereka, menyerukan tindakan yang lebih keras, yang sejauh ini ditentang oleh pemerintah.
Para ilmuwan di Afrika Selatan, dimana omicron pertama kali diidentifikasi mengatakan, mereka melihat tanda-tanda bahwa hal itu dapat menyebabkan penyakit yang lebih ringan daripada Delta, namun perlu diingat, terlalu dini untuk memastikannya. (Nadia Ayu Soraya)
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan