Dilansir dari BBC, serangan tersebut berdampak pada puluhan supermarket di Belgia dan Luksemburg, serta sejumlah toko di Swedia, Irlandia, Belanda, Estonia, dan Finlandia.
Serangan ini diduga menggunakan metode serupa dengan insiden yang sebelumnya terjadi di Prancis pada Oktober 2026. Saat itu, ratusan supermarket mengalami gangguan pada sistem pendingin setelah peretas mengambil alih perangkat lunak pengatur suhu.
Bagaimana Peretas Mengendalikan Kulkas Supermarket?
Serangan siber tersebut menyasar sistem pengendali pendingin yang terhubung dengan jaringan internet. Perangkat tersebut memungkinkan pengelola supermarket memantau dan mengatur suhu kulkas maupun freezer dari jarak jauh.Dalam insiden terbaru, unit pendingin diduga dialihkan ke mode pencairan bunga es atau defrost. Proses tersebut menyebabkan suhu di dalam perangkat meningkat sehingga makanan yang disimpan tidak lagi berada dalam kondisi dingin.
Stephan Moelans, CEO perusahaan Belgia Sabcobel yang mengoperasikan sistem pendingin Delhaize, mengatakan pihaknya telah bekerja untuk memutus koneksi unit yang terdampak dari jaringan.
Ia menyebut perusahaan telah berupaya melindungi sistem pendingin sejak serangan sebelumnya di Prancis. Namun, sejumlah unit masih membutuhkan perubahan fisik, bukan sekadar pembaruan perangkat lunak.
Supermarket di Sejumlah Negara Eropa Terdampak
Serangan tersebut dilaporkan berdampak pada beberapa jaringan ritel di Eropa. Di Belgia dan Luksemburg, sekitar 40 supermarket Delhaize mengalami gangguan.Di Belgia, sejumlah toko dari jaringan lain juga terdampak. Carrefour melaporkan sekitar 15 tokonya mengalami gangguan, sedangkan lima toko Colruyt dan 15 toko Intermarché menghadapi masalah pada sistem pendingin.
Di Swedia, beberapa toko ICA dan Coop turut mengalami insiden serupa. Tujuh dari sekitar 800 toko Coop dilaporkan terdampak. Sementara itu, sejumlah toko di Finlandia yang berada di bawah jaringan Kesko juga mendeteksi gangguan suhu.
Di Irlandia, sebanyak 13 supermarket SuperValu terkena dampak insiden siber. Adapun di Belanda, sistem pendingin milik sedikitnya 17 perusahaan dilaporkan mengalami serangan. Satu supermarket Selver di Estonia juga dilaporkan terdampak.
Sejumlah toko harus mengosongkan rak pendingin dan membuang produk makanan untuk menghindari risiko keamanan pangan.
Serangan Serupa Sebelumnya Terjadi di Prancis
Insiden ini bukan pertama kalinya sistem pendingin supermarket menjadi sasaran peretas. Pada Oktober 2026, ratusan supermarket di Prancis mengalami serangan siber yang menyebabkan kulkas dan freezer mengalami peningkatan suhu.Serangan tersebut berdampak pada jaringan ritel seperti Intermarché, Netto, Coopérative U, Carrefour, Monoprix, dan E.Leclerc. Sejumlah unit pendingin bahkan dilaporkan mengalami peningkatan suhu hingga 50 derajat Celsius.
Akibat kejadian tersebut, makanan segar dan beku dalam jumlah besar harus dibuang. Kerugian yang ditimbulkan diperkirakan mencapai jutaan euro.
Hingga laporan BBC diterbitkan, pihak yang berada di balik serangan terbaru tersebut belum diketahui. Sejumlah badan keamanan siber di negara-negara terdampak juga tengah memantau dan menyelidiki insiden tersebut.
Peristiwa ini memperlihatkan risiko keamanan pada perangkat industri yang terhubung ke internet. Sistem yang digunakan untuk mengatur kebutuhan operasional sehari-hari, seperti pendingin supermarket, dapat menjadi sasaran serangan siber jika memiliki celah keamanan.
(Ellen Octovia Suherman)