medcom.id, Mekkah: Alat berat crane yang jatuh di Masjidil Haram akan dievakuasi dari lokasi kejadian. Namun butuh waktu enam hari untuk memindahkannya.
Hingga saat ini korban tewas akibat robohnya crane tersebut sudah mencapai 111 jiwa dan ratusan lainnya terluka. Sementara 10 warga negara Indonesia (WNI) juga meninggal dalam kejadian ini.
Senin (14/9/2015) tim mekanik dari kontraktor Binladen Group sudah memotong crane yang jatuh. Namun butuh waktu enam hari untuk memindahkan crane nahas itu.
"Semua ini tergantung dari keahlian dan konfigurasi dari tim yang dikerahkan," sebut pejabat komunikasi Liebherr Group Kristian Kueppers, seperti dikutip Arab News, Selasa (15/9/2015).
Selain itu muncul bahwa crane yang jatuh ini adalah buatan Tiongkok. Namun Kueppers membantah hal tersebut dan menegaskan bahwa crane berasal dari Jerman.
Menurut Kueppers ada sekitar 30 crane semacam ini yang beroperasi di dunia. "Salah satu crane yang terkuat adalah yang kami desain ini, LR 13000," tutur Kueppers.
"Ada banyak alasan crane ini runtuh. Namun mendapatkan keterangan dari Liebherr sangat tidak mungkin saat ini," lanjutnya.
Menurut Kueppers, pihaknya tidak memicu terjadinya spekulasi. "Kami hanya ingin menunggu hasil resmi penyelidikan," tegas Kueppers.
Mengenai laporan apakah crane itu kuat menghadapi terpaan angin, Kueppers menegaskan ada beberapa instruksi tentang cara untuk mengamankan crane dari berbagai kondisi cuaca.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan