Ratu Thailand Suthida melakukan penerbangan solo menggunakan jet tempur JAS 39C Gripen di Provinsi Surat Thani pada 8 Oktober 2026. Foto: Screengrab PR Thai Government/Facebook
Ratu Thailand Suthida melakukan penerbangan solo menggunakan jet tempur JAS 39C Gripen di Provinsi Surat Thani pada 8 Oktober 2026. Foto: Screengrab PR Thai Government/Facebook

Ratu Thailand Suthida Terbangkan Jet Tempur Gripen Sendirian, Cetak Sejarah

Muhammad Syahrul Ramadhan • 10 Oktober 2026 15:20
Ringkasnya gini..
  • Ratu Thailand Suthida menerbangkan jet tempur JAS 39C Gripen sendirian pada 8 Oktober 2026 dan menjadi pilot perempuan Gripen pertama di Thailand.
  • Usai latihan simulator dan sekitar 10 jam penerbangan dengan jet dua kursi, Ratu Suthida berhasil melakukan penerbangan solo menggunakan Gripen.
  • Ratu Suthida memiliki hampir 1.190 jam terbang sejak 2010 dan kerap menjadi kopilot Raja Maha Vajiralongkorn dalam perjalanan kerajaan.
Jakarta: Ratu Thailand Suthida mencetak sejarah setelah berhasil menerbangkan jet tempur JAS 39C Gripen seorang diri untuk pertama kalinya. Penerbangan tersebut berlangsung di pangkalan udara militer di Provinsi Surat Thani, Thailand selatan, pada Kamis, 8 Oktober 2026.

Dilansir dari The Straits Times, penerbangan itu disaksikan langsung oleh suaminya, Raja Maha Vajiralongkorn, yang juga dikenal memiliki kemampuan menerbangkan pesawat.

Keberhasilan tersebut menjadikan Suthida sebagai pilot perempuan Gripen pertama di Thailand. Sebelum melakukan penerbangan solo, ia menjalani serangkaian pelatihan menggunakan simulator dan jet tempur dua kursi bersama instruktur.

Ratu Suthida Jalani Pelatihan Sebelum Terbang Solo

Ratu Suthida, 48, menjalani pelatihan untuk mengoperasikan jet tempur Gripen selama beberapa pekan di pangkalan udara militer Thailand. Ia terlebih dahulu berlatih menggunakan simulator sebelum melanjutkan ke penerbangan dengan pesawat dua kursi.

Dalam tahap tersebut, Suthida menghabiskan sekitar 10 jam terbang menggunakan JAS 39D Gripen yang memiliki dua kursi, termasuk untuk instruktur. Setelah melalui tahapan latihan, ia kemudian menerbangkan varian satu kursi, JAS 39C Gripen, seorang diri.

Penerbangan solo tersebut menjadi bagian dari proses pelatihan konversi untuk mengoperasikan pesawat tempur Gripen sesuai standar Angkatan Udara Kerajaan Thailand.

Setelah mendarat, Raja Maha Vajiralongkorn memberikan buket bunga kepada Suthida sebagai bentuk apresiasi. Raja juga memasangkan lencana Golden Gripen Order pada lengan kiri sang ratu.

Lencana tersebut berkaitan dengan Gripen Order, sebuah organisasi kehormatan di Swedia yang menerima Suthida sebagai anggota penuh setelah penerbangannya.
   

Ratu Suthida Memiliki Pengalaman Terbang Sejak 2010

Keberhasilan menerbangkan jet tempur bukan pengalaman pertama Suthida di dunia penerbangan. Ia telah belajar terbang sejak 2010 dan memiliki pengalaman menerbangkan berbagai jenis pesawat.

Menurut laporan The Straits Times, total jam terbang Suthida telah mencapai hampir 1.190 jam dari berbagai jenis pesawat.

Sebelum menjadi ratu, Suthida pernah bekerja sebagai pramugari Thai Airways. Ia menikah dengan Raja Maha Vajiralongkorn pada 2019, beberapa hari sebelum sang raja menjalani upacara penobatan.

Suthida juga kerap mendampingi raja sebagai kopilot dalam perjalanan kerajaan. Salah satu penerbangan yang pernah menjadi sorotan adalah ketika keduanya melakukan perjalanan ke Bhutan dan mendarat di Bandara Paro, yang dikenal memiliki tantangan tersendiri karena kondisi geografisnya.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa Suthida telah memiliki latar belakang penerbangan sebelum menjalani pelatihan jet tempur Gripen.

(Ellen Octovia Suherman)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan