Dilansir dari The Straits Times, penerbangan itu disaksikan langsung oleh suaminya, Raja Maha Vajiralongkorn, yang juga dikenal memiliki kemampuan menerbangkan pesawat.
Keberhasilan tersebut menjadikan Suthida sebagai pilot perempuan Gripen pertama di Thailand. Sebelum melakukan penerbangan solo, ia menjalani serangkaian pelatihan menggunakan simulator dan jet tempur dua kursi bersama instruktur.
Ratu Suthida Jalani Pelatihan Sebelum Terbang Solo
Ratu Suthida, 48, menjalani pelatihan untuk mengoperasikan jet tempur Gripen selama beberapa pekan di pangkalan udara militer Thailand. Ia terlebih dahulu berlatih menggunakan simulator sebelum melanjutkan ke penerbangan dengan pesawat dua kursi.Dalam tahap tersebut, Suthida menghabiskan sekitar 10 jam terbang menggunakan JAS 39D Gripen yang memiliki dua kursi, termasuk untuk instruktur. Setelah melalui tahapan latihan, ia kemudian menerbangkan varian satu kursi, JAS 39C Gripen, seorang diri.
Penerbangan solo tersebut menjadi bagian dari proses pelatihan konversi untuk mengoperasikan pesawat tempur Gripen sesuai standar Angkatan Udara Kerajaan Thailand.
Setelah mendarat, Raja Maha Vajiralongkorn memberikan buket bunga kepada Suthida sebagai bentuk apresiasi. Raja juga memasangkan lencana Golden Gripen Order pada lengan kiri sang ratu.
Lencana tersebut berkaitan dengan Gripen Order, sebuah organisasi kehormatan di Swedia yang menerima Suthida sebagai anggota penuh setelah penerbangannya.
Ratu Suthida Memiliki Pengalaman Terbang Sejak 2010
Keberhasilan menerbangkan jet tempur bukan pengalaman pertama Suthida di dunia penerbangan. Ia telah belajar terbang sejak 2010 dan memiliki pengalaman menerbangkan berbagai jenis pesawat.Menurut laporan The Straits Times, total jam terbang Suthida telah mencapai hampir 1.190 jam dari berbagai jenis pesawat.
Sebelum menjadi ratu, Suthida pernah bekerja sebagai pramugari Thai Airways. Ia menikah dengan Raja Maha Vajiralongkorn pada 2019, beberapa hari sebelum sang raja menjalani upacara penobatan.
Suthida juga kerap mendampingi raja sebagai kopilot dalam perjalanan kerajaan. Salah satu penerbangan yang pernah menjadi sorotan adalah ketika keduanya melakukan perjalanan ke Bhutan dan mendarat di Bandara Paro, yang dikenal memiliki tantangan tersendiri karena kondisi geografisnya.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa Suthida telah memiliki latar belakang penerbangan sebelum menjalani pelatihan jet tempur Gripen.
(Ellen Octovia Suherman)