Kecelakaan Pesawat Kargo Amazon di Miami. Foto: Getty Images
Kecelakaan Pesawat Kargo Amazon di Miami. Foto: Getty Images

Detik-Detik Sebelum Pesawat Kargo Amazon Tabrak Landasan, Pilot Sempat Beri Peringatan

Annisa ayu artanti • 11 September 2026 10:38
Ringkasnya gini..
  • Data NTSB mengungkap pilot pesawat kargo Amazon sempat memperingatkan rekannya soal kecepatan pesawat sebelum kecelakaan fatal di Miami.
  • Pesawat Amazon Prime Air 7598 mendarat dengan kecepatan 158 knot sebelum melewati landasan dan menabrak sejumlah kendaraan.
  • Investigasi NTSB menemukan sejumlah peringatan keselamatan muncul pada menit-menit terakhir sebelum pesawat akhirnya berhenti di luar landasan.
Jakarta: Kecelakaan pesawat kargo Amazon di Miami pada 6 September 2026 kini semakin menjadi sorotan. Hal tersebut terjadi setelah diketahui bahwa salah satu pilot telah menyadari ada masalah dengan kecepatan pesawat, jauh sebelum pesawat keluar landasan dan akhirnya menabrak kendaraan di area bandara.

Dilansir dari laman BBC pada Jumat, 11 September 2026, data penerbangan terbaru yang dirilis Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) pada 10 September 2026 mengungkap seorang pilot beberapa kali memperingatkan rekannya mengenai kecepatan pesawat yang berlebihan. Namun, laporan tersebut menyebut tidak ada respons verbal yang konsisten, bahkan ketika sejumlah alarm keselamatan mulai berbunyi.

Pesawat jenis Boeing 767-300 itu tercatat memiliki kecepatan pendaratan sekitar 158 knot atau 292 km/jam. Menurut sejumlah ahli penerbangan, angka tersebut tergolong tinggi dan menjadi salah satu aspek yang kini diperhatikan dalam investigasi.

Temuan tersebut kini menjadi bagian penting dalam penyelidikan kecelakaan Amazon Prime Air Flight 7598 yang menewaskan lima orang dan melukai lima orang lainnya. Adapun lima korban yang meninggal merupakan anggota kru pembersih pesawat yang berada di dalam van, yakni Rolando Aleman Leon (55), Yoel Rodriguez Naranjo (53), Julio C Pineda (75), Carlos Acosta Fajardo (53), dan Javierkys Reyes Quevedo (47).
 

Alarm Keselamatan Mulai Berbunyi Menjelang Pendaratan

Peringatan terkait laju penurunan pesawat dan alarm otomatis yang memperingatkan bahwa pesawat berada terlalu rendah di atas permukaan tanah aktif pada menit-menit terakhir. Hal tersebut membuat pesawat mendarat tanpa persiapan pendaratan yang memadai.

Pengacara penerbangan, Pablo Rojas, mengatakan kepada CBS News bahwa tanpa mendengar rekaman percakapan sebenarnya, masih sulit mengetahui secara pasti maksud NTSB ketika menyebut respons verbal pilot tidak konsisten. Namun, ia menilai temuan tersebut menunjukkan bahwa proses pendekatan pesawat memang bermasalah, dengan mengatakan, 

“Pendekatan ini, dalam arti tertentu, adalah pendekatan yang gagal,” ujarnya.

Data terkait pengoperasian flap juga menjadi perhatian dalam investigasi. Menurut Rojas, bagian yang berada di belakang sayap tersebut membantu pesawat memperlambat laju dan melakukan pendekatan pendaratan dengan lebih lembut, sementara aktivasi flap dalam kasus ini terjadi cukup terlambat.

Setelah melewati ujung landasan, Amazon Prime Air Flight 7598 menabrak peralatan di darat dan sebuah van Ford putih sebelum menerobos pagar pembatas. Pesawat kemudian menghantam Toyota Corolla dan akhirnya berhenti sekitar 1.300 kaki atau 394 meter di luar landasan. (Wisa Irena Br Sitepu)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan