Jakarta: Indonesia menginginkan kawasan Timur Tengah menjadi kawasan yang damai dan stabil. Karenanya, dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Maroko, Nasser Bourita, Menlu Retno Marsudi mendorong agar adanya dialog damai di kawasan tersebut.
"Tidak akan ada perdamaian dunia jika tidak ada perdamaian di Timur Tengah," ucap Retno di Jakarta, Senin, 28 Oktober 2019.
Retno mengatakan Indonesia berharap semua pihak ikut berkontribusi menciptakan perdamaian melalui dialog. Ini termasuk untuk isu konflik Maroko dengan Sahara Barat.
“Isu Sahara Barat, Indonesia mendorong semua pihak untuk dialog dan mendukung proses yang diprakarsai PBB untuk solusi damai," imbuhnya.
Sementara untuk isu Palestina, Retno mengatakan, Indonesia menekankan kembali solusi dua negara sebagaibsatu-satunya jalan keluar. Dia menambahkan pentingnya peran Raja Muhammad VI, khususnya sebagai Presiden Komite Al Quds Al Syarif, dalam memperjuangkan kepentingan ummah.
"Kita ingin perdamaian yang lestari," tegas Retno.
Indonesia dan Maroko juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) pencegahan terorisme. Menurut kedua menlu, MoU tersebut memperlihatkan komitmen kedua negara untuk mempromosikan wajah Islam yang moderat, toleran, dan rahmatan lil alamin.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan