Umat Muslim melaksanakan ibadah Haji di Makkah, Arab Saudi. Foto: AFP
Umat Muslim melaksanakan ibadah Haji di Makkah, Arab Saudi. Foto: AFP

Arab Saudi Tahan 181 WNI Beribadah Haji dengan Visa Kerja

Internasional arab saudi wni Haji 2019
Sonya Michaella • 06 September 2019 09:39
Makkah: Sebanyak 181 Warga Negara Indonesia (WNI) diamankan aparat berwenang Arab Saudi. Mereka ditahan karena berangkat haji menggunakan visa kerja dan ziarah.
 
Sebagian besar mereka digerebek di apartemen dan sebagian lagi di sebuah rumah penampungan di Makkah. Saat ini mereka ditahan di rumah detensi imigrasi.
 
181 WNI tersebut mengaku tertipu tawaran berhaji oleh seorang oknum dari travel yang ikut terjaring dalam operasi tersebut. Oknum tersebut juga dimasukkan ke dalam sel tahanan imigrasi Arab Saudi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Jumlah WNI yang diamankan pihak keamanan Arab Saudi kian meningkat dibanding tahun sebelumnya. Kebanyakan mereka adalah korban penipuan dari oknum yang mengaku menguruskan Haji ONH Plus, tetapi ternyata visa yang digunakan untuk memberangkatkan mereka bukan visa haji,” kata Konsul Jenderal RI untuk Jeddah Mohamad Hery Saripudin, dalam keterangan tertulis KJRI Jeddah kepada Medcom.id, Jumat 6 September 2019.
 
Selain jumlah tersebut, terdapat puluhan WNI yang terlunta-lunta usai melaksanakan ibadah haji karena tidak memiliki tiket pulang. Ada pula yang terkatung-katung kepulangannya karena diberangkatkan dengan visa kerja dan tidak diuruskan exit permitnya oleh perusahaan atau travel yang memberangkatkan, sehingga mereka tertahan di bandara.
 
“Saya menyesalkan berulangnya peristiwa penahanan terhadap WNI karena hendak berhaji di luar prosedur atau ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi dan Pemerintah Indonesia,” ucap dia.
 
KJRI Jeddah hingga saat ini telah memberikan pendampingan terhadap 201orang WNI. Sementara 195 orang telah dipulangkan ke Indonesia.
 
Para WNI tersebut dijanjikan oleh oknum travel akan dihubungkan dengan muassasah selaku penyedia paket haji, termasuktasrekh, tenda Arafah-Mina, katering dan transportasi.
 
Dari keterangan mereka, biayanya antara 60-200 juta per orang. Berbagai jenis visa yang digunakan oleh para oknum untuk memberangkatkan korban.
 
Para korban kebanyakan diberangkatkan dengan visa kerja musiman (amil musim). Lainnya diberangkatkan dengan visa turis untuk menghadiri event (ziarah fa’aliat), visa kunjungan pribadi (ziarah syakhsiah), visa umrah, dan sisanya berstastus mukim.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif